Selasa 29 Sep 2026 17:29 WIB

Korban Keracunan MBG di Jateng Nyaris 13 Ribu Orang, Taj Yasin: Kami tidak Ingin Ada Kejadian Lagi

Pemprov Jateng sudah melaporkan ke BGN soal kasus keracunan MBG.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Karta Raharja Ucu
Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin, mengungkapkan, korban keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya telah menembus nyaris 13 ribu orang sepanjang tahun ini. Dia menginginkan agar kasus keracunan MBG tidak terjadi lagi di Jateng.  Hal itu diungkap Yasin ketika diwawancara seusai memimpin rapat koordinasi pelaksanaan MBG di Kantor Pemprov Jateng, Kota Semarang, Selasa (29/9/2026).
Foto: Kamran Dikarma/Republika
Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin, mengungkapkan, korban keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya telah menembus nyaris 13 ribu orang sepanjang tahun ini. Dia menginginkan agar kasus keracunan MBG tidak terjadi lagi di Jateng. Hal itu diungkap Yasin ketika diwawancara seusai memimpin rapat koordinasi pelaksanaan MBG di Kantor Pemprov Jateng, Kota Semarang, Selasa (29/9/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin, mengungkapkan, korban keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya telah menembus nyaris 13 ribu orang sepanjang tahun ini. Dia menginginkan agar kasus keracunan MBG tidak terjadi lagi di Jateng.

“Semuanya tinggi se-Jawa Tengah, dari kabupaten/kota, sudah hampir 13 ribuan,” ungkap Yasin ketika diwawancara seusai memimpin rapat koordinasi pelaksanaan MBG di Kantor Pemprov Jateng dan ditanya jumlah korban keracunan dari program tersebut, Selasa (29/9/2026). 

Baca Juga

Yasin mengatakan, Pemprov Jateng telah melaporkan berbagai permasalahan pelaksanaan MBG yang terjadi di provinsi tersebut ke Bada Gizi Nasional (BGN). “Sudah kita laporkan ke BGN, baik itu di tingkat provinsi maupun ke pusat, alur-alurnya juga. Yang jelas kami enggak ingin ada kejadian luar biasa lagi,” ucapnya.

Dia pun menekankan satgas MBG di kabupaten/kota dapat melakukan inspeksi ke satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di wilayahnya masing-masing. “Sekarang di kabupaten/kota satuan tugasnya boleh melakukan inspeksi-inspeksi langsung ke SPPG-SPPG untuk menertibkan. Itu yang paling utama kuncinya,” ujar Yasin yang turut menjabat Ketua Satgas Percepatan MBG Provinsi Jateng. 

Yasin kemudian menyinggung sejumlah kasus dugaan keracunan MBG yang terjadi di beberapa daerah di Jateng sepanjang bulan ini, antara lain di Blora dan Pati. Dia mengatakan, SPPG yang menyalurkan MBG dalam kasus dugaan keracunan MBG di wilayah-wilayah tersebut telah ditangguhkan operasionalnya.

Sepanjang September 2026, telah terjadi serangkaian kasus dugaan keracunan MBG di Jateng. Kasus tersebut setidaknya tersebar di enam kabupaten, yakni Blora, Jepara, Rembang, Pati, Batang, dan Cilacap. Jumlah korban mencapai ribuan siswa.

 

Berita Lainnya