REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Agency Creative Circle (ACC) menggelar pertemuan perdana dengan membahas pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam industri kreatif, termasuk penggunaannya dari perspektif brand. Kegiatan berlangsung di Ruang 412, Jalan Pandean Sari Blok 4 Nomor 12, Condongcatur, Yogyakarta, Selasa (29/9/2026), dan diikuti oleh puluhan peserta.
Sr. Board Advisor Semesta Network Inc. Muhammad Hafidullah mengatakan ACC menjadi inisiatif baru untuk meramaikan ekosistem kreatif di Yogyakarta. Menurutnya, pembentukan komunitas tersebut diharapkan dapat menjadi ruang diskusi bagi pelaku industri kreatif.
"Hari ini yang dibahas lebih ke future business dengan AI, jadi kita diskusi bareng-bareng tentang AI ke depannya itu seperti apa," kata Hafid, kepada Republika, Selasa (29/9/2026).
Ia menilai AI telah mulai mengubah proses bisnis di industri kreatif. Namun, menurutnya, penggunaan AI perlu diiringi pemahaman agar teknologi tersebut tidak sekadar digunakan untuk mempermudah pekerjaan.
"AI itu bukan sesuatu yang harus ditakutkan karena sejatinya AI itu teknologi. AI itu tools, jadi tools itu tergantung man behind the gun-nya seperti apa," ujarnya.
Sementara itu, Brand Director Looke Cosmetic dan Oasea Laboratories, Erny Kurniawati, melihat pembahasan AI dalam ACC menjadi ruang bagi agensi, brand, pelaku industri, hingga mahasiswa untuk memahami penerapan teknologi tersebut di dunia kerja.
"Menurut saya sih bahasan tentang AI ini tuh menarik dan ini jadi pemantik yang positif ya terutama untuk industri agensi, pelaku, terus brand, dan juga mahasiswa," kata Erny.
Dari sisi brand, Erny mengatakan AI cukup membantu dalam pekerjaan yang berkaitan dengan strategi, seperti mengumpulkan data, merangkum hasil riset, membuat laporan dan visualisasi. Namun, penggunaan AI belum diterapkan secara langsung untuk produksi visual promosi produknya.
"Kalau untuk di daily-nya karena memang industrinya di beauty, kami untuk visual kayak gitu belum begitu memanfaatkan," ujarnya.
Erny menambahkan, penggunaan AI dalam produksi visual masih dipertimbangkan karena berkaitan dengan nilai yang diterapkan brand, termasuk isu keberlanjutan. Karena itu, pemanfaatan AI dilakukan secara selektif sesuai kebutuhan dan nilai brand.