Kamis 01 Oct 2026 19:49 WIB

BPBD: Penanganan Kebakaran TPA Jatibarang Alami Kemajuan, Tapi Bencana tak Bisa Diprediksi

Kebakaran TPA Jatibarang mencapai 10 hektare area.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Karta Raharja Ucu
Pemulung menyelamatkan barang berhaga miliknya saat terjadi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang Zona 1, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (30/9/2026). Berdasarkan data sementara, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mengerahkan 50 personel dan tujuh unit mobil pemadam kebakaran untuk menangani kebakaran yang terjadi sekitar pukul 18.04 WIB di TPA tersebut.
Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Pemulung menyelamatkan barang berhaga miliknya saat terjadi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang Zona 1, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (30/9/2026). Berdasarkan data sementara, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mengerahkan 50 personel dan tujuh unit mobil pemadam kebakaran untuk menangani kebakaran yang terjadi sekitar pukul 18.04 WIB di TPA tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro P Martanto, mengungkapkan, kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang memang kerap berulang setiap tahun, terutama saat musim kemarau. Kendati demikian, dia menilai, langkah penanganan oleh Pemkot Semarang telah mengalami perkembangan.

Endro menjelaskan, karena saat ini Semarang masih menghadapi musim kemarau, salah satu bencana yang diwaspadai BPBD adalah kebakaran di TPA Jatibarang. “Faktor yang menjadi pemicu juga kita tahu, yaitu tumpukan sampah yang sudah cukup lama ya, volumenya besar, itu kan ada potensi menjadi gas metan. Gas metan ini yang berpotensi menjadi api sehingga cepat merambat,” ucapnya ketika diwawancara, Kamis (1/10/2026).

Baca Juga

Meski kerap berulang setiap tahun, Endro menyebut, langkah Pemkot Semarang dalam menangani kebakaran di TPA Jatibarang sudah mengalami kemajuan. “Upaya yang sudah dilakukan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kota Semarang ini tampaknya sudah ada perkembangan yang bagus. Di lokasi TPA mulai didirikan menara pengawas, penempatan CCTV di beberapa titik, ini sudah sebuah kemajuan,” ucapnya.

“Tapi yang namanya alam ya, kejadian bencana kan memang tidak pernah bisa diprediksi,” tambah Endro.

Ketika ditanya apakah ada faktor kesengajaan manusia di balik kebakaran TPA Jatibarang, Endro tak berpikir demikian. Dia mengatakan, kebakaran di kawasan TPA di daerah lain juga kerap terjadi saat musim panas atau kemarau. Dia mengambil contoh TPA Putri Cempo di Surakarta.

"Saya kira pemerintah Kota Semarang terus secara masif melakukan langkah-langkah pencegahan (kebakaran di TPA Jatibarang)," kata Endro.

Kebakaran terjadi di TPA Jatibarang pada Rabu (30/9/2026) petang. Luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 10 hektare. Titik api terdeteksi di beberapa zona.

Berita Lainnya

Rekomendasi