Jumat 02 Oct 2026 02:00 WIB

Panen Padi Temanggung Tembus 10,2 Ton per Hektare, Komisi IV DPR Dorong Pemupukan Berimbang

Panen berlangsung di Desa Plosogaden, Selasa (30/9/2026).

 Panen padi Selasa (30/9/2026). Produktivitas padi di demplot seluas 5 hektare di Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mencapai 10,2 ton per hektare.
Foto: Dok Istimewa
Panen padi Selasa (30/9/2026). Produktivitas padi di demplot seluas 5 hektare di Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mencapai 10,2 ton per hektare.

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG — Produktivitas padi di demplot seluas 5 hektare di Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mencapai 10,2 ton per hektare.

Capaian tersebut menjadi salah satu hasil uji penerapan pola pemupukan berimbang yang mengombinasikan pengurangan pupuk sintetis dengan pupuk hayati cair (PHC).

Baca Juga

Anggota Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto, mendorong pola pemupukan berimbang tersebut dikembangkan lebih luas sebagai salah satu pendekatan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung efisiensi budidaya padi dan ketahanan pangan nasional.

Hasil panen tersebut diperoleh dalam demplot yang dikembangkan melalui kolaborasi Komisi IV DPR RI, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, PT Pupuk Indonesia (Persero), Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani), PT Intani Bumi Lestari (IBL), serta PT Indoraya Mitra Persada 168 (IMP 168).

Panen berlangsung di Desa Plosogaden, Selasa (30/9/2026). Hasil ubinan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Temanggung mencatat produktivitas sebesar 10,2 ton per hektare pada musim tanam tersebut.

Panggah mengatakan, demplot itu merupakan bagian dari pengujian pola pemupukan berimbang yang juga dikembangkan di dua wilayah lain, yakni Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Masing-masing lokasi memiliki luas 5 hektare sehingga total luas demplot mencapai 15 hektare.

“Hasilnya kenaikan produksi rata-rata 40 persen, dari sebelumnya rata-rata 6 ton per hektare naik menjadi 10 ton lebih per hektare,” ujar Panggah Susanto saat panen di Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung.

Salah satu perlakuan yang diterapkan dalam demplot adalah penggunaan pupuk sintetis sebesar 70 persen atau dikurangi 30 persen, yang dikombinasikan dengan 6 liter PHC Pureplant per hektare.

Pola tersebut sebelumnya juga menunjukkan hasil tinggi di demplot Bantul. Produktivitas tertinggi pada perlakuan 70 persen pupuk sintetis ditambah PHC Pureplant mencapai 10.097 kilogram per hektare, sementara perlakuan 100 persen pupuk kimia tanpa tambahan PHC tercatat 6.624 kilogram per hektare.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi