Jumat 02 Oct 2026 20:52 WIB

71,48 Hektare Sawah di Brebes dan Rembang Gagal Panen karena Kekeringan

Saat ini sebagian besar wilayah di Jateng masih menghadapi musim kemarau.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Karta Raharja Ucu
Warga mengendarai sepeda motor melintas di dekat sawah yang mengering.
Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Warga mengendarai sepeda motor melintas di dekat sawah yang mengering.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Defrancisco Dasilva Tavares atau Frans, mengungkapkan, pihaknya telah menerima laporan gagal panen padi di wilayah Brebes dan Rembang akibat kekeringan. Total luas lahan yang mengalami gagal panen mencapai 71,48 hektare.

Frans menerangkan, gagal panen padi di wilayah Rembang dilaporkan terjadi di delapan titik. Sementara di Brebes tersebar di lima titik. Dengan demikian totalnya adalah 13 titik. “Luasnya diperkirakan sekitar 71,48 hektare,” ujarnya ketika diwawancara, Jumat (2/10/2026). 

Baca Juga

Dia menambahkan, Distanak Jateng akan mengutus tim untuk mengecek soal laporan gagal panen padi di Brebes dan Rembang. “Kami kirim petugas untuk cek apakah sudah gagal atau masih bisa diselamatkan. Kalau hasil cek di atas 75 persen tidak bisa dipanen, berarti kami anggap sudah gagal panen itu,” ucapnya.

Frans menerangkan, laporan gagal panen di Brebes dan Rembang disebabkan masalah kekeringan. “Semua dari 13 titik lokasi yang melapor itu alasannya kekeringan semua,” kata dia.

Ia mengakui saat ini sebagian besar wilayah di Jateng masih menghadapi musim kemarau. Padahal beberapa daerah di Jakarta dan Jawa Barat, misalnya, sudah mulai diguyur hujan. Menurut Frans, kemarau akhirnya mengakibatkan sumber air untuk irigasi menyusut drastis.

“Memang sebagian besar kondisi ketersediaan airnya itu menurun drastis. Yang kita andalkan adalah yang bersumber dari waduk, dari lima BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) yang menyuplai irigasi untuk pertanaman di Jawa Tengah,” ucap Frans.

Berita Lainnya

Rekomendasi