Sabtu 03 Oct 2026 08:15 WIB

Rawat Inap Puskesmas di Tulungagung Penuh akibat Lonjakan Kasus ISPA

Dinkes Tulungagung menyiapkan koordinasi antarpuskesmas.

Tenaga kesehatan memeriksa warga penderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) di Puskesmas Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (29/8/2023). Rawat Inap Puskesmas di Tulungagung Penuh akibat Lonjakan Kasus ISPA
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Tenaga kesehatan memeriksa warga penderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) di Puskesmas Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (29/8/2023). Rawat Inap Puskesmas di Tulungagung Penuh akibat Lonjakan Kasus ISPA

REPUBLIKA.CO.ID, TULUNGAGUNG -- Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung mencatat lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam beberapa bulan terakhir yang menyebabkan keterisian ruang rawat inap di sejumlah puskesmas acapkali penuh.

Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung Desi Lusiana Wardhani mengatakan peningkatan kasus ISPA telah terlihat sejak awal 2026 dan semakin meningkat pada Juli hingga Agustus.

Baca Juga

Sementara itu, data September masih dalam proses penghitungan, tetapi pemantauan di sejumlah puskesmas menunjukkan kasus masih cukup tinggi.

"Untuk yang bulan September masih belum kita hitung, tapi perkiraan masih cukup tinggi berdasarkan pemantauan di puskesmas," kata Desi, Jumat (2/10/2026).

Kondisi tersebut turut berdampak pada tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) ruang rawat inap puskesmas. Secara keseluruhan, rata-rata BOR puskesmas di Tulungagung berada di kisaran 39 persen.

Namun, dua puskesmas, yakni Puskesmas Kauman dan Puskesmas Karangrejo, tercatat memiliki tingkat keterisian ruang rawat inap hingga 100 persen.

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi