Sabtu 25 Mar 2023 08:01 WIB

Dari Jogokariyan, Indonesia Diajak Berdoa dan Bersedekah untuk Palestina

Ramadhan merupakan bulan di mana doa-doa lebih mudah diijabah.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Yusuf Assidiq
Ulama muda Palestina, Ustaz Marzooq Ibrahim Muhammad Jarrah Al-Hafidz mengisi kajian usai shalat tarawih di Masjid Jogokariyan, Kota Yogyakarta, Jumat (24/3/2023) malam.
Foto: Dokumen
Ulama muda Palestina, Ustaz Marzooq Ibrahim Muhammad Jarrah Al-Hafidz mengisi kajian usai shalat tarawih di Masjid Jogokariyan, Kota Yogyakarta, Jumat (24/3/2023) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Masyarakat Indonesia diajak untuk bersedekah kepada umat Muslim yang tertindas, seperti di Palestina. Terutama di bulan Ramadhan ini, dan diajak untuk turut mendoakan warga Palestina.

Ajakan ini disampaikan ulama muda Palestina, Ustaz Marzooq Ibrahim Muhammad Jarrah Al-Hafidz, saat memberikan kajian usai shalat Tarawih di Masjid Jogokariyan, Kota Yogyakarta, Jumat (24/3/2023) malam. Dalam ceramahnya, Ustaz Marzooq menceritakan kekejaman zionis Israel khususnya di Masjid al-Aqsa yang berlokasi di Palestina.  

"Kewajiban kita terhadap mereka, terkhusus orang-orang Islam, kaum Muslimin yang ada di Masjid al-Aqsa dan juga orang Muslim lain yang ada di bumi Allah yang lain, yang juga berada dalam ketertindasan yang sama adalah mendoakan mereka," kata Ustaz Marzooq yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

"Apalagi kita berada di bulan Ramadhan, di bulan yang penuh berkah, bulan yang doa insya Allah lebih mudah diijabah, maka doa kita lebih banyak lagi supaya pertolongan kepada mereka jauh lebih banyak lagi," lanjutnya.

Ia juga mengingatkan sebagaimana ia mengingatkan dirinya sendiri untuk terus berupaya bersedekah di bulan Ramadhan ini kepada umat Muslim yang tertindas. Sedekah yang dimaksud, katanya, bukan sedekah seperti yang dilakukan oleh Abu Bakar dan Umar bin Khattab.

"Sebagaimana kita ketahui kisah mereka ketika perang bersama Rasulullah, Abu Bakar Ash-Shiddiq menginfakkan seluruh harta yang beliau punya. Sementara, Umar Bin Khattab menyedekahkan setengah dari harta yang beliau punya," ujarnya.

Sedekah di sini, kata Ustaz Marzooq, yakni sedekah semampunya, sedekah dari hal-hal kecil yang mana sudah sangat berarti untuk membantu umat Muslim yang tertindas. "Yang kita maksud sedekah disini bahkan dengan sebuah buah-buahan yang kecil atau bahkan setengah buah itu sudah bisa kita sebut sedekat semampu kita," jelas Ustaz Marzooq.

Ia pun menyinggung terkait hubungan Indonesia dan Palestina, dan bagaimana Indonesia ikut mendukung Palestina dari kekejaman zionis Israel. Ia menyebut, meskipun jarak Palestina dengan Indonesia terbentang jauh, namun Indonesia ikut memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

"Pertanyaan yang perlu kita utarakan adalah apa hubungan antara kita yang merupakan masyarakat Muslim di Indonesia yang jumlahnya sangat besar, tapi jaraknya terbentang ratusan bahkan ribuan kilometer dengan saudara-saudara kita di Palestina yang mempertahankan Masjid al-Aqsa," ujarnya.  

"Jawaban dari pertanyaan tadi terdapat pada Surah Al-Hujurat, sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara. Juga ada hadis Rasulullah, barang siapa yang tidak peduli dengan urusan uamt Muslim yang lain, maka mereka bukan bagian dariku," lanjut dia.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement