Selasa 28 Mar 2023 13:16 WIB

Psikolog Ungkap Manfaat Puasa untuk Pengendalian Emosi

Situasi kebersamaan akan memberikan dampak positif dalam pengembangan kepribadian.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Fernan Rahadi
Infografis Tiga Dimensi Manfaat Puasa. Ilustrasi puasa
Foto: Republika.co.id
Infografis Tiga Dimensi Manfaat Puasa. Ilustrasi puasa

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Psikolog Universitas Airlangga (Unair) Prof Nurul Hartini mengatakan, puasa Ramadhan memiliki manfaat untuk mengendalikan emosi dalam diri seseorang yang menjalankannya. Maka dari itu, Ramadhan juga sering disebut bulan pelatihan bagi seluruh umat Muslim. Saat Ramadhan, kata Nurul, ada situasi kebersamaan (social support) yang dapat membuat individu mampu mengelola emosinya.

"Ketika kita menjalankan ibadah puasa sunah sebelum bulan Ramadhan misalnya, itu serba sendiri. Tapi, di bulan Ramadan ini semua umat Islam berpuasa. Artinya, ada situasi bareng-bareng untuk meningkatkan keimanan. Jadi, suasananya saling mengingatkan. Ketika kita lupa minum atau marah saat puasa, akan ada pengingat dari saudara dan teman-teman sekitar," kata Nurul, Selasa (28/3/2023).

Nurul melanjutkan, situasi kebersamaan tersebut akan memberikan dampak positif dalam pengembangan kepribadian dan proses berpikir seseorang. Mulai dari bagaimana mengelola emosi sampai cara berperilaku dengan baik. Semua hal positif akan dilatih ketika menjalankan puasa.

"Bagi umat Muslim, setiap kebaikan dan setiap hal positif yang dilakukan di bulan puasa akan dilipatgandakan pahalanya. Oleh karena itu, bulan Ramadan adalah bulan pelatihan yang membuat kognisi, emosi, dan perilaku seseorang dibentuk jadi orang yang bertakwa," ujar dosen mata kuliah Kesehatan Mental tersebut.

Nurul menambahkan, setiap individu memiliki tingkatkan berbeda dalam menjalankan ibadah puasa. Pertama, individu yang menjalankan puasa sebagai kewajiban. Kedua, individu yang menjalankan puasa agar terhindar dari hukuman, yang biasanya puasa ini dilakukan oleh anak-anak yang sedang belajar berpuasa. Oleh karena itu, manfaat puasa bagi setiap individu juga akan berbeda-beda sesuai tingkatannya.

"Tingkatan tertinggi yaitu sebagai individu yang bertakwa. Bulan puasa adalah bulan untuk berproses mensucikan diri. Semua rangkaian ibadah selama Ramadan adalah sesuatu yang sangat istimewa, utamanya yaitu ibadah puasa," kata Dekan Fakultas Psikologi Unair periode 2015-2020 tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement