Kamis 27 Apr 2023 16:34 WIB

One Way Tol Arah Jakarta Kembali Diterapkan Saat Arus Balik Periode Kedua

Puncak arus balik perode kedua diperkirakan terjadi pada Ahad 30 April 2023.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq
Kendaraan pemudik saat arus balik terpantau lancar di Jalan Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah. Korlantas Polri memperpanjang skema rekayasa lalu lintas satu arah atau one way selama arus balik Lebaran Idul Fitri 1444H di Kilometer 414 Tol Kalikangkung hingga Kilometer 72 Tol Cikampek.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Kendaraan pemudik saat arus balik terpantau lancar di Jalan Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah. Korlantas Polri memperpanjang skema rekayasa lalu lintas satu arah atau one way selama arus balik Lebaran Idul Fitri 1444H di Kilometer 414 Tol Kalikangkung hingga Kilometer 72 Tol Cikampek.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah menyiapkan strategi guna mengantisipasi arus balik Lebaran 1444 Hijriyah peiode kedua, yang diprediksi bakal berlangsung pada Ahad 30 April 2023 nanti.

Hal ini dipertimbangkan dengan masih adanya separuh lebih jumlah kendaraan pemudik yang terpantau belum kembali ke Jakarta/Jawa Barat pada arus balik hingga H+5 Lebaran, Kamis (27/4) ini.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Kombes Pol Agus Suryo Nugroho mengatakan, mengacu pada hasil penghitungan traffic counting di ruas tol Semarang menuju arah Jakarta, puncak arus balik Lebaran  berlangsung pada H+2 , pukul 23.00 - 24.00 WIB.

Di mana pergerakan lalu lintasnya mencapai 3.700 kendaraan per jam. Sehingga Ditlantas atas perintah Kapolda Jateng, memberlakukan rekayasa satu arah lokal yang ‘ditarik’ ke belakang sepanjang 11 kilometer hingga hingga KM 425 ruas tol dalam kota Semarang.

Adanya rekayasa pada saat itu, mampu ‘mencairkan’ bangkitan arus lalu lintas dari arah timur (Solo/ Surabaya) yang menuju ke arah barat (Jawa Barat/Jakarta). Sampai saat ini, lonjakan arus lalu lintas baik di jalan tol maupun non tol, cukup terkendali.

Khusus di flyover Klonengan yang menuju ke Pejagan, Brebes arah ke Jakarta, juga dilakukan rekayasa buka/tutup dan satu arah lokal yang masih berlangsung sampai sekarang.

“Karena di sana jalannya sempit tetapi volume kendaraan yang melintas cukup banyak dan melebihi kapasitas, sehingga buka/tutup dan rekayasa satu arah lokal menjadi opsi yang dilakukan,” jelasnya, di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung.

Ia juga menyampaikan, prediksi lonjakan arus balik pada Lebaran kali ini ada periode pertama dan periode kedua. Periode pertama pada 24, 25, dan 26 April 2023 kemarin dan antisipasinya dengan rekayasa satu arah nasional, dengan prioritas lalu lintas menuju arah Jawa Barat/Jakarta.

Untuk periode kedua, lanjutnya, diperkirakan akan berlangsung pada 29, 30 April 2023, dan 1 Mei 2023. Diperkirakan puncak arus balik perode kedua ini akan terjadi pada Ahad atau 30 April 2023.

Oleh karena itu, pada arus balik periode kedua (29 dan 30 April 2023) akan diberlakukan rekayasa satu arah, termasuk juga diberlakukan SKB pembatasan kendaraan angkutan barang sumbu tiga.

Selain itu juga imbauan pemerintah agar para saat arus balik nanti genap/ganjil juga akan diberlakukan. Untuk itu, Polda Jateng mengimbau kendaraan bisa berangkat di hari ganjil dan kendaraan genap bisa berangkat di tanggal genap.

Tetapi di tanggal ganjil jika ada kendaraan genap yang berangkat bisa menggunakan jalan arteri non tol. Melalui antisipasi ini, diharapkan akan bisa memecah konsentrasi arus lalu lintas arus balik periode kedua yang akan menuju Jakarta/Jawa Barat.

“Sehingga arus lalu lintas, baik di ruas tol maupun non tol, semuannya bisa lancar,” jelasnya. Data kendaraan yang masuk  ke Jateng melalui GT Kalikangkung menuju Solo/Surabaya pada masa arus mudik Lebaran kemarin mencapai sekitar 397 ribu.

Hingga saat ini, sudah 47 persen dari jumlah kendaraan tersebut telah meninggalkan Jateng (kembali ke arah Jakarta) melalui GT Kalikangkung. Kemudian, masih ada sisa waktu pada 26, 27, 28 sampai 30 April 2023 agar arus balik periode kedua bisa terurai.

“Jadi silakan pengguna jalan (khususnya arus balik) nanti bisa menentukan tanggal berapa harus kembali ke Jakarta. Karena puncak arus balik kedua, nanti akan dihitung pada Sabtu dan Ahad,” ungkap Agus Suryo.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement