Selasa 02 May 2023 16:40 WIB

Masih Ada 17 Kecamatan di Jateng Belum Miliki SMA/SMK Negeri

Akses pendidikan harus semakin diperbanyak dan semakin merata.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq
  Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat menghadiri upacara peringatan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2023 yang dilaksanakan di halaman Kantor Gubernur Jateng, di Kota Semarang, Selasa (2/5).
Foto: Dokumen
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat menghadiri upacara peringatan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2023 yang dilaksanakan di halaman Kantor Gubernur Jateng, di Kota Semarang, Selasa (2/5).

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2023 dilaksanakan di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, di Kota Semarang, Selasa (2/5). Pada kesempatan itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menguraikan sejumlah peluang dan tantangan di bidang pendidikan dewasa ini.

Diungkapkan, salah satu hal yang perlu diselesaikan adalah masih adanya 17 kecamatan di Jateng yang sampai hari ini masih belum memiliki SMA/SMK Negeri. Maka, ini yang akan terus terus mendapat perhatian Pemprov Jateng.

Apalagi banyak kalangan swasta yang ingin membantu. “Tinggal kami mencoba mengoordinasikan agar bisa terwujud jauh lebih cepat,” tegas gubernur.

Sementara itu, menjelang penghujung masa jabatannya, Ganjar juga mengharapkan, daerah yang dipimpinnya (Jateng) bisa terus melahirkan program revolusioner di bidang pendidikan. Sebab pendidikan bisa menjadi ‘panglima’ yang akan membawa Indonesia menjadi negara adidaya.

Terkait hal tersebut, gubernur menginginkan, pertama, agar akses pendidikan harus semakin diperbanyak, semakin merata, dan mereka yang tidak mampu harus dibantu oleh negara agar mampu melanjutkan pendidikannya.

Menurut dia, banyak cara yang bisa diupayakan untuk mewujudkan keinginan tersebut, baik dengan cara konvensional, maupun modern melalui pemanfaatan teknologi. Berbagai riset juga harus diperkuat lagi.

“Apalagi yang perguruan tinggi kita sudah punya BRIN, Jateng punya BRIDA. Maka, kolaborasi ini kita pakai untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang tidak tuntas dan harus bisa melakukan dengan lebih cepat,” jelasnya.

Di satu sisi, lanjut Ganjar, pendidikan budi pekerti tidak boleh ditinggalkan. Termasuk juga pentingnya menanamkan budaya integritas sejak dini, bagi kalangan generasi penerus bangsa ke depan.

Sehingga mereka mengerti mana tindakan yang baik, mana buruk dan bagaimana harus menjaganya. Termasuk hormat sama orangtua, cinta pada bangsa dan negara. “Ini yang penting saya tekankan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional kali ini,” tambahnya.

Oleh karena itu, gubernur berharap, kebijakan sekolah gratis, sekolah virtual, termasuk SMK Jateng diharapkan bisa dipertahankan dan bahkan dikembangkan. Sehingga kebijakan-kebijakan ini diharapkan bisa menjadi pondasi.

Ketika sekolah negeri sudah bisa tidak berbayar, maka akses pendidikan kepada mereka yang tidak mampu juga harus terus diperluas. Karena pendidikan menjadi cara efektif untuk ‘berinvestasi’.

Karena melalui pendidikan, juga bisa mendorong pengentasan kemiskinan di lingkungan terdekat. Karena warga miskin yang memperoleh akses pendidikan akan mampu membantu keluarganya dalam menyelesaikan kemiskinan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement