Kamis 04 May 2023 08:10 WIB

Apresiasi Tata Kelola PTMA, Kemendikbudristek: Layak Jadi Best Practice Nasional

Terjalin kerja sama yang bagus dan tidak saling sikut antarperguruan tinggi.

Prof Ir Nizam, Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditjen Dikti Kemendikbud).
Foto: Dok UBSI
Prof Ir Nizam, Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditjen Dikti Kemendikbud).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Prof Nizam menilai Perguruan Tinggi Muhammadiyah/'Aisyiyah (PTMA) layak menjadi best practice atau praktik terbaik nasional hingga internasional karena memiliki kepemimpinan yang baik.

"Perguruan Tinggi Muhammadiyah/'Aisyiyah (PTMA) di Indonesia memiliki leadership yang baik, bahkan menjadi best practice baik di nasional juga internasional," katanya aat Rakernas Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Surabaya.

Menurut dia, PTMA memiliki ciri khas dalam hal organisasi dan tata kelola yang sehat. Sehingga terjalin kerja sama yang bagus dan tidak saling sikut antar-perguruan tinggi.

Nizam mengatakan Indonesia memiliki 4.523 perguruan tinggi dengan 31.399 program studi, 326.554 dosen, 9.320.410 mahasiswa, dan 1.842.588 lulusan atau sekitar 1.800 lulusan per tahun.

"Kondisi pendidikan kita penuh dengan ketidakpastian, penuh dengan dinamika, penuh dengan keambiguan, sehingga penting melakukan evaluasi pendidikan, kurikulum, mata kuliah, untuk memperbaiki pendidikan yang akan datang," ujar dia.

Ia menyebut ke depan lapangan pekerjaan mengalami ancaman sebagai dampak Revolusi Industri 4.0. Tenaga manusia ke depan, akan semakin tersingkirkan oleh robot hingga 2030. Inilah tantangan bagi para lulusan yang mencari lapangan pekerjaan.

Tugas perguruan tinggi sekarang dalam menghadapi tantangan tersebut, kata dia, adalah dengan menyiapkan lulusan dalam dunia kerja.

"Masalah di atas harus dapat diatasi oleh PTMA sebagai wadah dalam memberikan pendidikan dan ilmu, perlu adanya inovasi dan kreativitas dalam menumbuhkan ide-ide tiap peserta didik, sehingga nanti jika lulus ada kesesuaian antara jurusan semasa kuliah dengan pekerjaannya," ujar Nizam.

Ditekankan, banyaknya jalan menuju SDM unggul harus menjadi perhatian penting. Karena tantangan ke depan tidak hanya masalah nilai cumlaude, tapi kreativitas dan inovasi sangat dibutuhkan dalam rangka mewujudkan cita-cita mahasiswa ketika lulus.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement