Jumat 26 May 2023 06:02 WIB

Kebumen Siapkan Beasiswa untuk 666 Santri

Beasiswa untuk para santri tersebut akan segera dicairkan dalam waktu dekat.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Gilang Akbar Prambadi
Santri pondok pesantren mencium Alquran (ilustrasi). Sedikitnya ada 666 santri kurang mampu yang mendapat beasiswa dari pemerintah Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah pada tahun ini.
Foto: Antara
Santri pondok pesantren mencium Alquran (ilustrasi). Sedikitnya ada 666 santri kurang mampu yang mendapat beasiswa dari pemerintah Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah pada tahun ini.

REPUBLIKA.CO.ID, KEBUMEN -- Sedikitnya ada 666 santri kurang mampu yang mendapat beasiswa dari pemerintah Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah pada tahun ini.

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menuturkan, setiap santri menerima beasiswa sebesar Rp3 juta. Secara keseluruhan anggaran yang disiapkan pemerintah daerah sebesar Rp 1,99 miliar (Rp1.998.000.000).

Baca Juga

"Tahun ini kita telah menyiapkan beasiswa untuk 666 santri sebagai implementasi dari Program Santri Bapak Asuh (Sibasuh) yang setiap tahun kita berikan kepada para santri dari keluarga kurang mampu, masing-masing Rp3 juta, " ujar Bupati Kebumen, Kamis (25/5/23).

Beasiswa untuk para santri tersebut akan segera dicairkan dalam waktu dekat dan diberikan secara bertahap selama dua kali. Pertama di bulan Juli dan di akhir tahun.

Bupati mengungkapkan, beasiswa untuk para santri setiap tahun jumlahnya terus meningkat. Pada tahun sebelumnya beasiswa diberikan untuk 500 santri, dan tahun ini bertambah 166 sehingga menjadi 666 orang.

"Alhamdulillah anggaran yang kita siapkan terus bertambah. Tahun depan Insya Allah bisa bertambah jumlahnya," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kebumen, Mukhsinul Mubarok menambahkan, penerima beasiswa santri diutamakan dari keluarga tidak mampu. Meski ada beberapa diberikan untuk santri berprestasi.

"Untuk jumlah pondok pesantrennya itu ada sekitar 18 pesantren yang santrinya mendapatkan beasiswa. Memang banyak dari pondok pesantren salafiah," tuturnya.

Mukhsinul menyatakan, bagi pondok pesantren yang belum masuk dalam program ini bisa mengajukan ke Bagian Kesra dengan membuat surat pengajuan dan proposal ditujukan kepada Bupati.

"Jadi silakan yang belum menerima, bisa mengajukan, ditujukan kepada Bapak Bupati, tapi pencairannya tidak tahun ini, melainkan pada tahun depan 2024. Karena anggaran tahun ini sudah disahkan," katanya. 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement