Ahad 04 Jun 2023 07:37 WIB

Pemuda Muhammadiyah DIY Gelar Musywil, Ajang Tukar Ide Besarkan Organisasi

Musywil adalah tempat bertemunya orang-orang berilmu.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Yusuf Assidiq
Logo Muhammadiyah.
Foto: Antara
Logo Muhammadiyah.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) DIY menggelar Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-XVII 3-4 Juni 2023. Kegiatan pembukaan musywil diselenggarakan di Kampus 1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Kota Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla mengatakan Yogyakarta merupakan tempat suci bagi kader-kader Muhammadiyah. Citra intelektualitas melekat bagi kader-kader Muhammadiyah yang ada di Yogyakarta.

"Ini sebuah keunggulan, dan ini saya pikir sebuah keistimewaan yang dimiliki kader-kader muda Muhammadiyah yang ada di Yogyakarta," kata Dzulfikar.

Dijelaskan bahwa musywil adalah tempat bertemunya orang-orang berilmu. Ia mengibaratkan pertemuan orang-orang berilmu itu seperti tanah gembur yang mendapat curahan hujan yang deras.

 

Sehingga siap ditanami dengan tanaman apa pun. "Tanah yang gembur yang terkena hujan yang deras itu siap menerima dan menumbuhkan ide-ide yang luar biasa," ujarnya.

Ia berharap Musywil DIY tetap menjadi ukhuwah khasanah, yang menjadi contoh bagi kader muda Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Ia juga berharap Musywil PW Pemuda Muhammadiyah DIY ke-XVII melahirkan ide-ide yang luar biasa.

Ditegaskan, Empat Pilar Gerakan Pemuda Negarawan yang menjadi hasil Muktamar ke-XVIII membutuhkan jiwa. Ia berharap pada momentum Musywil ke-XVII kali ini Empat Pilar Gerakan Pemuda Negarawan mendapat jiwa supaya bisa sama-sama membesarkan organisasi pemuda Muhammadiyah.

Selain itu, musywil juga merupakan latihan jiwa. Menurut dia, dalam bermusywil harus mengedepankan sikap lapang dada. Apa pun hasil Musywil harus bisa diterima dengan baik. "Kalau ada silang pendapat satu sama lain, kita harus berlapang dada," kata dia.

Terakhir, Dzulfikar mengatakan musywil merupakan momentum untuk berimajinasi. Imajinasi yang dimaksud, yaitu imajinasi yang berlandaskan dasar-dasar pijakan yang kuat, seperti bahan bacaan, pergaulan, dan refleksi.

"Menjalankan organisasi membutuhkan komitmen, tetapi komitmen saja tidak cukup, kita membutuhkan konsistensi untuk membesarkan organisasi ini," katanya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement