Rabu 09 Aug 2023 13:07 WIB

Konsep Politik Rahmatan lil Alamin Dinilai Bisa Cegah Polarisasi

Konsepsi politik rahmatan lil alamin selalu berpijak pada nilai-nilai Pancasila.

Politisi muda Purnama Dhedhy Styawan menggelar Konsolidasi Tim Pemenangan dan Penguatan Ideologi Kader PKB sebagai bentuk pendidikan politik untuk kader., Selasa (8/8/2023).
Foto: Dok Istimewa
Politisi muda Purnama Dhedhy Styawan menggelar Konsolidasi Tim Pemenangan dan Penguatan Ideologi Kader PKB sebagai bentuk pendidikan politik untuk kader., Selasa (8/8/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politisi muda Purnama Dhedhy Styawan menggelar Konsolidasi Tim Pemenangan dan Penguatan Ideologi Kader PKB sebagai bentuk pendidikan politik. Dalam paparannya, bakal calon legislaif (caleg) DPR RI 2024 Dapil Jateng V dari PKB itu menyampaikan peran penting politik rahmatan lil alamin dalam percaturan politik Indonesia, khususnya untuk mencegah polarisasi di masyarakat.

“Politik rahmatan lil alamin adalah Preambule UUD 1945, Pancasila, dan kemaslahatan rakyat. Hal ini merupakan landasan ideologis-filosofis dari platfom PKB dalam berkhidmat,” ujarnya dalam kegiatan yang bertajuk Njagong Bareng Mas Dhedhy di Pendopo Pondok Pesantren Istigomah Mliwis, Cepogo, Boyolali, sebagaimana keterangan tertulisnya pada Selasa (8/8/2023).

Baca Juga

Lebih lanjut, Mas Dhedhy menjelaskan, bahwa konsepsi politik rahmatan lil alamin selalu berpijak pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai falsafah bangsa dalam menjaga hubungan persaudaraan antarsesama.

“Konsepsi politik rahmatan lil alamin PKB senantiasa berpijak dan berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila yang dijiwai dengan sikap mengembangkan hubungan tali persaudaraan antarsesama,” jelas pria yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Bidang Keuangan dan Perbankan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB.

Tali persaudaraan itu, jelasnya, terikat dengan ikatan keagamaan (ukhuwah diniyah), ikatan kebangsaan (ukhuwah wathaniyah) dan ikatan kemanusiaan (ukhuwah insaniyah). Lebih jauh, Mas Dhedhy mengungkapkan bahwa di tengah persinggungan kelompok nasionalis dan agamis yang kerap bersebrangan dalam agenda-agenda politik, PKB hadir menjadi jalan tengah sebagai partai terbuka yang agamis sekaligus nasionalis.

“Politik rahmatan lil alamin memperkuat eksistensi PKB sebagai partai terbuka, agamis, dan nasionalis yang bercirikan humanis-religius (insaniyah diniyah),” imbuh caleg dari PKB dapil Jateng V yang meliputi Kabupaten Klaten, Boyolali, Sukoharjo dan Kota Surakarta tersebut.

Secara sederhana, terang Mas Dhedhy, maksud dari politik Rahmatan lil ‘Alamin adalah mengedepankan pelayanan total kepada Ibu Pertiwi, keberpihakan pada kepentingan publik, kaum mustadh’afin (lemah dan dilemahkan) dan kehidupan semesta. “Politik rahmatan lil alamin PKB adalah pelayanan total kepada Ibu Pertiwi,” ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement