Senin 28 Aug 2023 08:51 WIB

Jumlah Penumpang KRL Solo-Yogyakarta Naik Tiga Kali Lipat, Ini Sebabnya

Saat ini commuterline Solo-Yogya sudah melayani sebanyak 3,6 juta penumpang.

KRL Commuter Line Jogja-Solo menunggu pemberangkatan di Stasiun Yogyakarta.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
KRL Commuter Line Jogja-Solo menunggu pemberangkatan di Stasiun Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Jumlah penumpang commuterline atau KRL rute Solo-Yogyakarta terus meningkat. Hal ini menyusul pembukaan dua stasiun, yakni Solo Jebres dan Stasiun Palur.

Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia Asdo Artriviyanto pada roadshow bertajuk Commuterline Gaya Generasi Urban Pilihan Cerdas di Stasiun Solobalapan, Solo, Jawa Tengah, mengatakan awalnya jumlah penumpang commuterline Solo-Yogya antara 4.000-5.000 penumpang per hari.

"Sampai saat ini sudah mencapai 15 ribu penumpang per hari," katanya. Angkat tersebut sekitar tiga kali lipat dibanding sejak pertama dibuka.

Ia mengatakan hingga saat ini commuterline Solo-Yogya totalnya sudah melayani sebanyak 3,6 juta penumpang. Selain itu, KAI juga mengoperasikan KA Prameks untuk rute Yogja-Kutoarjo.

 

"Untuk jumlah penumpang harian yang dulunya sekitar 500 orang per hari dan weekend di kisaran 1.000 orang per hari, saat ini sudah meningkat menjadi 2.000 orang per hari," ujar dia.

Sementara itu, dalam roadshow tersebut KAI Commuter juga melakukan sosialisasi layanan perjalanan Commuter Line Yogyakarta dan Commuter Line Prambanan Ekspres (Prameks).

KAI Commuter juga mengenalkan kembali kartu multi trip (KMT) sebagai sistem integrasi pembayaran moda transportasi publik.

"Dengan menggunakan KMT, pengguna Commuter Line Yogyakarta-Solo dan Commuter Line Prameks yang akan melanjutkan perjalanannya menggunakan bus Trans-Yogya sudah bisa menggunakan KMT sebagai pembayaran tiketnya," jelasnya.

Pada kesempatan sama, Senior Manager Area VI Yogyakarta Kereta Commuter Indonesia Adli Hakim Nasution mengatakan selama ini commuterline khususnya di Solo, mendapat apresiasi pengguna cukup tinggi.

"Terutama sejak dibukanya Stasiun Palur dan Solo Jebres, khususnya Solo Jebres," kata dia.

Pihaknya mencatat di Jebres, saat awal dibuka jumlah penggunanya antara 150-250 orang per hari. "Tapi, saat ini jumlah penggunanya sudah mencapai 800-1.000 orang per hari," katanya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement