Jumat 08 Sep 2023 13:38 WIB

UGM dan 12 Institusi Global Luncurkan WikiTropica

WikiTropica diharapkan menjawab tantangan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di I

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Fernan Rahadi
Kampus UGM Yogyakarta.
Foto: Yusuf Assidiq
Kampus UGM Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama dengan konsorsium 12 institusi lainnya di Asia Tenggara dan Eropa, meluncurkan platform edukasi digital WikiTropica. Platform edukasi digital ini menjawab kebutuhan para tenaga kesehatan dan berbagai institusi pendidikan kesehatan untuk meningkatkan kapasitas di bidang kedokteran tropis. 

Peluncuran WikiTropica dinilai menjadi krusial dalam mengatasi tantangan kesenjangan akses pendidikan kedokteran tropis yang berkualitas di Indonesia. Tidak hanya berisi informasi penting terkait penyakit tropis, platform digital ini juga menjadi instrumen pelatihan yang komprehensif, yang disusun secara sistematis oleh akademisi dan profesional. 

Baca Juga

WikiTropica diharapkan menjawab tantangan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di Indonesia. Kesenjangan kualitas pendidikan kedokteran di Indonesia menjadi penghambat bagi para tenaga kesehatan dalam meningkatkan kapasitas mereka dalam mendiagnosis dan mengobati pasien. 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa perlu ada akselerasi kesetaraan kualitas serta kuantitas, termasuk di Indonesia Timur. "Tidak mudah untuk menjawab tantangan kesetaraan pendidikan kesehatan, namun WikiTropica bisa menjadi salah satu jawaban untuk akselerasi peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di penjuru Indonesia," bunyi keterangan tertulis yang diterima Republika, Kamis (7/9/2023).

 

WikiTropica menjadi instrumen pembelajaran daring/e-learning dengan pendekatan pelatihan kasus-kasus secara interaktif.  Para tenaga kesehatan dan mahasiswa kedokteran dapat memperkuat kapasitasnya dalam melakukan diagnosis, memahami gejala, dan meresepkan obat, serta merefleksikan kompleksitas praktik medis sehari-hari. 

Perwakilan The Institute of Tropical Medicine (ITM) Belgia, Dr. Steven Van Den Broucke menekankan pentingnya diagnosis yang akurat, "Diagnosa yang salah dapat menyebabkan tindakan medis berlebihan. Dengan WikiTropica, kami ingin mengarahkan para tenaga kesehatan dan mahasiswa kedokteran dalam menghadapi tantangan diagnostik secara terstruktur dan rasional. Hal ini terutama penting dalam situasi dengan sumber daya terbatas, di mana tindakan medis berlebihan bukanlah pilihan," ucap Steven.

Universitas Gadjah Mada memainkan peranan penting dalam konsorsium di balik WikiTropica. Para akademisi dan klinisi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK), UGM, berkolaborasi untuk menyusun materi pembelajaran daring yang komprehensif dan merefleksikan situasi di Indonesia. 

Perwakilan Pusat Kedokteran Tropis, FK-KMK UGM, Elsa Herdiana Murhandarwati menyampaikan bahwa seluruh anggota konsorsium, termasuk Indonesia, berupaya untuk memberikan platform edukasi kedokteran tropis, dengan menyediakan kasus  yang sering ditemui secara riil di lapangan. 

WikiTropica merupakan bagian dari proyek HITIHE, yaitu jejaring kolaboratif profesional di bidang kesehatan, yang berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan di Asia Tenggara. HITIHE adalah kolaborasi antara Belgia (The Institute of Tropical Medicine-ITM), Kamboja (Institute of Technology Cambodia, University of Health Sciences, National Institute of Public Health), Indonesia (Universitas Gadjah Mada dan Universitas Sebelas Maret), Spanyol (Sant Joan de Déu, Vall d'Hebron, ISGLOBAL), dan Belanda (Universitas Maastricht). 

Proyek ini telah terlaksana berkat dukungan Program Erasmus+ Uni Eropa dan Direktorat Jenderal untuk Kerja Sama Pembangunan dan Bantuan Kemanusiaan (DGD) dari Pemerintah Belgia. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement