Kamis 28 Sep 2023 09:43 WIB

KH Anwar Abbas Ajak Umat Muslim Petik Hikmah di Hari Kelahiran Rasulullah SAW

Rasulullah menyuruh umat untuk berfikir dan berbuat dengan sebaik-baiknya.

Rep: Ali Yusuf/ Red: Yusuf Assidiq
Peringatan Maulid Nabi SAW, ilustrasi
Foto: Tahta/Republika
Peringatan Maulid Nabi SAW, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Umat Islam khususnya di Indonesia tengah merayakan hari besar Islam Maulid Nabi Muhammad SAW. Wakil Ketua Umum MUI, KH Anwar Abbas, menuturkan dalam kesempatan maulid ini sepatutnya masyarakat yang mengaku sebagai Muslim dan Muslimah berusaha dengan sekuat tenaga untuk menjadikan diri dan sosok dari Rasulullah Muhammad SAW sebagai tokoh identifikasi.

"Di mana kita berusaha untuk meniru cara pandang dan cara berbuat serta bertingkah laku beliau baik yang terkait dengan masalah akidah, ibadah, akhlak, dan dalam masalah muamalah," kata KH Anwar Abbas, Kamis (28/9/2023).

KH Anwar Abbas menyampaikan umat harus yakin dan percaya bahwa hanya dengan mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya, maka kehidupannya akan bisa diberkahi dan diridhoi oleh Allah SWT.  Hal ini penting umat Islam sadari dengan sebaik-baiknya.

"Karena hidup yang akan kita lalui tersebut tidak hanya akan berhenti di sini saja. Tapi akan berlanjut ke alam akhir," katanya.

Di mana kehidupan di alam dunia ini sifatnya hanya sementara saja. Sedangkan kehidupan di hari akhir tersebut adalah abadi. "Kita oleh Rasulullah telah disuruh untuk mengejar akhirat. Tapi kita jangan lupa tentang hidup kita di dunia ini," ujar dia.

Rasulullah menyuruh umat untuk berpikir dan berbuat dengan sebaik-baiknya agar hidup selamat dan sukses tidak hanya di dunia ini saja tapi juga di akhirat kelak. Di situlah relevansinya umat Muslim menyelenggarakan acara Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Karena lewat acara tersebut diharapkan kita akan dapat menilai dan mengukur diri kita, apakah hidup kita ini sudah sejalan dengan yang dituntunkan oleh Rasulullah atau belum," katanya menegaskan.

Dia mengatakan, hal ini penting dilakukan agar kehidupan ke depan jauh lebih baik, lebih berarti, dan lebih bermakna dari apa yang ada hari ini. "Tidak hanya bagi diri dan keluarga kita saja, tapi juga bagi orang lain, bagi umat, bangsa dan negara serta manusia dan kemanusiaan serta lingkungan," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement