Ahad 15 Oct 2023 12:19 WIB

Dosen ITS Ciptakan Freezer Panel Surya untuk Nelayan Bawean

Masalah utama yang dihadapi para nelayan adalah kekurangan fasilitas penyimpanan ikan

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Fernan Rahadi
Logo ITS
Logo ITS

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Tim dosen Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan freezer yang terintegrasi panel surya untuk nelayan di Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur. Proyek senilai 6,966 dolar AS tersebut didanai program Humanitarian Technologies Board (HTB) oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE).

Anggota tim, Prasetiyono Hari Mukti, menjelaskan, penelitian dilakukan di Pulau Bawean karena mayoritas penduduk di sana berprofesi sebagai nelayan. Ironisnya, para nelayan tersebut masih kerap menghadapi beragam tantangan, termasuk masalah seputar ketersediaan energi listrik yang tidak stabil.

Selain itu, masalah utama yang dihadapi para nelayan adalah kekurangan fasilitas penyimpanan ikan. Kendala ini berdampak signifikan pada kualitas ikan hasil tangkapan para nelayan, yang pada akhirnya turut memengaruhi harga jual di pasaran.

"Berangkat dari permasalahan ini, inovasi yang kami kembangkan akan membantu nelayan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat pencari ikan," kata Pras, Ahad (15/10/2023).

Anggota tim lainnya, Dimas Fajar Uman Putra menjelaskan mengenai freezer berkapasitas 250 liter tersebut. Freezer yang diciptakan timnya dilengkapi dengan enam batu baterai masing-masing berkapasitas 200 watt-hour yang terintegrasi dengan sistem photovoltaic off-grid.

Dengan kapasitas yang besar, inovasi tersebut memungkinkan para nelayan untuk menyimpan ikan hasil tangkapan mereka dalam jumlah yang cukup besar dan dalam waktu yang lebih lama. Hal ini diharapkan akan membantu meningkatkan efisiensi dan kualitas penanganan hasil tangkapan nelayan dalam industri perikanan.

Uman pun menyoroti sebuah terobosan menarik di mana kulkas ini memanfaatkan sumber energi matahari untuk menjaga suhu dalam freezer yang menjadi titik krusial dalam menjaga kualitas ikan dan dapat memperlambat proses pembusukannya. "Dengan fitur unggulan yang ditawarkan inovasi ini, potensi besar terbentang di depan mata, yang akan meningkatkan keberlanjutan dan mutu hidup komunitas nelayan di Pulau Bawean," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement