Jumat 20 Oct 2023 19:51 WIB

Mahathir: AS Terang-terangan Dukung Negara Teroris Israel!

Israel tidak akan melakukan genosida terhadap warga Palestina jika AS cabut dukungan.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Fernan Rahadi
Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad
Foto: AP/Vincent Thian, File
Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR – Mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengkritik keras dukungan Amerika Serikat (AS) terhadap Israel. Dia pun menolak klaim Presiden AS Joe Biden yang menyebut serangan roket ke Rumah Sakit Baptis Al-Ahli di Jalur Gaza baru-baru ini dilakukan oleh kelompok perlawanan Palestina. Mahathir dengan tegas menyatakan AS mendukung Israel yang disebutnya sebagai teroris.

"Pernyataan Presiden Joe Biden mengenai pemboman rumah sakit di Gaza berasal dari roket Palestina yang salah sasaran sungguh konyol dan tidak masuk akal. Mengapa harus ada keraguan bahwa ledakan di Rumah Sakit Arab Al-Ahli berasal dari serangan udara Israel?" kata Mahathir dalam sebuah pesan video yang diunggah di akun X (Twitter) resminya, Jumat (20/10/2023). 

Baca Juga

Dia mengungkapkan, sejak pertempuran baru dengan Hamas pecah, Israel telah menghapus eksistensi Palestina dan Gaza. "Faktanya, Israel selalu mengincar Palestina, bahkan memusnahkan Palestina sama sekali selama 70 tahun terakhir dan sekarang. Setelah melancarkan serangan udara siang dan malam, Israel menyalahkan warga Palestina atas ledakan di rumah sakit tersebut," ucapnya.

Menurut Mahathir, narasi Joe Biden yang menyalahkan kelompok perlawanan Palestina atas serangan ke Rumah Sakit Baptis Al-Ahli di Jalur Gaza berasal dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Pentagon. Mahathir menegaskan, Netanyahu jelas berbohong tentang semua hal. "Jika Biden ingin menggunakan Pentagon untuk mempercayai narasinya, kita tidak boleh lupa bagaimana Pentagon dan lembaga-lembaga Amerika lainnya berbohong tentang keberadaan senjata pemusnah massal di Irak," kata Mahathir. 

 

Dia pun menyinggung tentang bagaimana Biden termakan hoaks baru-baru ini yang menyebut Hamas memenggal kepala puluhan bayi warga Israel. "Gedung Putih telah mencabut pernyataan itu dan mengakui bahwa tidak ada bukti atas perbuatan tersebut. Pertanyaannya adalah bagaimana Biden bisa berbohong secara terang-terangan dan dengan wajah datar?" ucap Mahathir.

Mahathir menekankan, semua kekejaman inti masalahnya adalah semua kekejaman yang dilakukan Israel terhadap Palestina berasal dari dukungan AS terhadap Tel Aviv. Dia menilai, jika Washington mencabut dukungan dan menghentikan semua bantuan militernya, Israel tidak akan melakukan genosida terhadap warga Palestina tanpa diganjar hukuman. "Pemerintah AS harus berterus terang dan mengatakan kebenaran. Israel dan IDF (Pasukan Pertahanan Israel) adalah teroris. Amerika secara terang-terangan mendukung teroris. Jadi apa itu Amerika?" ujar Mahathir dalam akhir pernyataannya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement