Kamis 09 Nov 2023 09:17 WIB

Jateng Tempa Ribuan Atlet untuk Perbaiki Peringkat di PON 2024

Pada ajang PON Papua 2021 lalu, Jateng berada pada posisi keenam.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana
Foto: Republika/Bowo Pribadi
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kegagalan Jawa Tengah dalam mempertahankan posisi empat besar pada Pesta Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, membuat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng berbenah.

Guna mendongkak prestasi pada ajang PON 2024 Aceh-Sumatra Utara, dilakukan dengan menempa ribuan atlet dari 69 cabang olahraga (cabor). Langkah tersebut menjadi ikhtiar untuk meningkatkan prestasi para atlet Jateng di tingkat nasional.

Penjabat (Pj) Gubernur Jateng, Nana Sudjana mengatakan telah menerima Ketua Umum (Ketum) KONI Jateng, Bona Ventura Suistiana beserta jajaran pengurus, di kantor Gubernur Jateng.

Dari pertemua tersebut terungkap tak kurang 1.200 atlet dari 69 cabor, kini telah mengikuti pemusatan latihan guna meningkatkan prestasi para atlet yang dipersiapkan untuk PON XXI 2024 mendatang.

Ia ingin para atlet tersebut bisa membuktikan Jateng merupakan ‘gudangnya’ para atlet yang berprestasi. Oleh karena itu, prestasi di tingkat nasional harus ditingkatkan dan dsalah satunya adalah dengan memperbaiki peringkat perolehan medali emas dan capaian prestasi pada PON XX 2021 Papua lalu.

Diketahui, pada PON XX Papua 2021 lalu, Jateng berada pada posisi keenam. Padahal pada ajang multi olahraga nasional empat tahunan ke XIX yang dihelat di Jawa Barat pada 2016, sempat menyodok di posisi empat besar.

“Kami ingin di PON Aceh-Sumatra Utara nanti, Jateng kembali masuk peringkat empat besar. Syukur-syukur nanti, prestasinya bisa lebih moncer dan mampu menghuni peringkat yang lebih baik lagi,” jelasnya, di Semarang, Rabu (8/11/2023).

Selain melakukan pemusatan latihan, lanjut Nana, KONI dan pemprov juga ingin meningkatkan kesejahteraan para atlet berprestasi asal Jateng. Di antaranya dengan menyiapkan bonus dan penghargaan lain sesuai dengan prestasi yang diraih.

Juga menyusun database atlet, sehingga pemantauan atlet dapat dilakukan secara terus-menerus bahkan sampai nanti pensiun. “Para atlet yang mendapatkan prestasi yang baik atau mendapatkan medali sudah disiapkan bonus untuk para atlet dan pelatih,” katanya.

Perhatian terhadap kesejahteraan atlet itu juga untuk membentengi atlet Jateng agar tidak berpindah atau direkrut daerah lain. Sebab, kasus seperti itu pernah terjadi terhadap atlet yang justru direkrut untuk mewakili daerah lain dalam event nasional.

Menurutnya sudah seperti hukum alam, ada beberapa atlet yang memang bisa berpindah untuk mewakili daerah lain, karena memang bisa dan regulasinya juga ada. "Maka untuk atlet Jateng akan kami rangkul dan lakukan pendekatan supaya tidak pindah ke daerah lain,” tegas dia.

Pj gubernur juga berharap lebih banyak lagi stakeholder maupun pihak swasta yang ikut mendukung pembinaan serta peningkatan prestasi para atlet Jateng. “Kolaborasi ini tentu saja akan mampu mendongkrak produksi atlet berprestasi,” katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement