Jumat 10 Nov 2023 20:36 WIB

Puluhan Warga Pringgading Bantul Keracunan Makanan Acara Pengajian

Jamaah disuguhi minum teh, kudapan, dan tahu guling.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Yusuf Assidiq
Petugas kesehatan puskesmas memeriksa pasien keracunan massal yang diduga berasal dari konsumsi makanan (ilustrasi)
Foto: Republika/M Fauzi Ridwan
Petugas kesehatan puskesmas memeriksa pasien keracunan massal yang diduga berasal dari konsumsi makanan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Puluhan warga di Dusun Pringgading RT 03 dan RT 04, Guwosari, Pajangan, Kabupaten Bantul, DIY, keracunan makanan saat acara pengajian. Mereka keracunan disebabkan karena memakan tahu guling yang disediakan oleh tuan rumah acara pengajian.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana menjelaskan, insiden keracunan makan tersebut terjadi pada Selasa (7/11/2023) pukul 18.30 WIB, saat berlangsung pengajian di rumah warga bernama Slamet.

"Jumlah korban keracunan makanan sementara ada 34 warga Dusun Pringgading RT 03 dan RT 04 Guwosari Pajangan," ujar Iptu Jeffry saat dikonfirmasi, Jumat (10/11/2023).

Iptu Jeffry menjelaskan, pengajian tersebut merupakan pengajian rutin dengan jamaah laki-laki berjumlah 40 orang. Dalam kegiatan tersebut jamaah disuguhi minum teh, kudapan, dan tahu guling.

 

Dalam kegiatan pengajian tersebut, tahu guling yang masih ada dibagikan ke warga masyarakat sekitar. Tahu guling tersebut dimasak oleh keluarga Slamet dengan bahan-bahan dan bumbu yang dibeli di pasar.

Adapun bahan-bahannya yaitu tahu, tempe, kecambah, kobis, daun seledri, bawang merah, bawang putih, kecap, gula Jawa, garam, dan penyedap.

Setelah berganti hari, jamaah dan warga yang mengonsumsi tahu guling tersebut merasakan perut kembung, mual, diare, perih, dan kepala pusing.

Pada Jumat (10/11/2023), Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo, petugas Puskesmas Pajangan, dan Polsek Pajangan melaksanakan pemeriksaan kesehatan terhadap masyarakat yang diduga mengalami keracunan makanan.

"Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Puskesmas Pajangan, masyarakat yang mengalami gejala keracunan diberikan obat dan  rawat jalan. Selain itu ada dua orang yang mengalami keracunan dirawat Klinik Cahaya Husada, Guwosari, Pajangan," jelas Jeffry.

Adapun sisa bahan makanan berupa kobis akan dilakukan pemeriksaan laboratorium oleh Dinas Kesehatan Bantul. Masyarakat yang mengalami keracunan mendapatkan paket makanan tambahan dari Dinas Sosial yang berisi air mineral, biskuit, gula, minuman sereal, susu kental manis, dan sarden.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement