Kamis 16 Nov 2023 15:37 WIB

Kronologi Jatuhnya Dua Pesawat TNI AU di Pasuruan

Dua pesawat tempur taktis yang terjatuh merupakan jenis EMB-314 Super Tucano.

Rep: Flori Anastasia Sidebang/ Red: Fernan Rahadi
Ilustrasi - Pesawat jatuh.
Foto: REPUBLIKA/Mardiah
Ilustrasi - Pesawat jatuh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua pesawat EMB 314 Super Tucano dari Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang diketahui mengalami lost contact di daerah Pasuruan, Jawa Timur. Kamis (16/11/2023). Insiden itu terjadi saat kedua pesawat TNI AU tersebut sedang melakukan latihan. 

"Pesawat dengan tail number TT-3103 dan TT-3111 mengalami lost contact saat melaksanakan misi Profisiensi Formation Flight dengan rute penerbangan Lanud Abd Saleh-Area Latihan-Lanud Abd," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma Agung Sasongkojati dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (16/11/2023).

Baca Juga

Agung mengungkapkan, kedua pesawat itu lepas landas dari Lanud Abdulrachman Saleh sekitar pukul 10.51 WIB. Namun, sekita pukul 11.18 WIB pesawat dinyatakan hilang kontak atau lost contact. 

Dia menyebut, satu pesawat sudah dinyatakan jatuh atau mengalami kecelakaan usai mendapat informasi dari masyarakat. Namun, satu pesawat lainnya masih dalam proses pencarian. 

 

"Saat ini tim rescue Lanud Abd Saleh menuju lokasi accident pesawat di daerah Watugede, Pasuruan dan mencari keberadaan pesawat yang satunya," ungkap Agung.

Dia menambahkan, hingga kini pihaknya masih menyelidiki peristiwa tersebut. Termasuk dugaan penyebab terjadinya kecelakaan. 

Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo membenarkan insiden jatuhnya dua pesawat TNI AU di Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (16/11/2023). Dua pesawat tempur taktis yang terjatuh merupakan jenis EMB-314 Super Tucano.

"Betul (di Pasuruan) dan ada dua (pesawat tempur)," kata Marsekal Fadjar, saat dihubungi di Jakarta, Kamis (16/11/2023).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement