Selasa 28 Nov 2023 11:33 WIB

Pakar Tekankan Pentingnya Internasionalisasi Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang mudah untuk dipelajari.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Yusuf Assidiq
Program kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) kian memikat warga Saudi (ilustrasi)
Foto: dok. KJRI Jeddah
Program kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) kian memikat warga Saudi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) memproyeksikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional pada 2045. Pakar bahasa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Listiyono Santoso, mengatakan ini merupakan proyeksi jangka panjang yang telah lama menjadi cita-cita bangsa.

Listiyono menyatakan, harkat dan martabat bangsa akan turut terangkat dengan men-globalnya bahasa Indonesia. Selain itu, kata dia, wacana internasionalisasi bahasa ini merupakan amanat undang-undang yang tercantum dalam UU Nomor 24 Tahun 2009 dan diperkuat Permendikbud Nomor 42 Tahun 2018.

"Kalau kemudian negara ini sanggup menjadikan bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional, minimal di tingkat Asia, maka itu akan menaikkan harkat dan martabat bangsa," kata dia, Selasa (28/11/2023).

Jika dilihat melalui eksistensinya di luar negeri yang dikeluarkan Badan Bahasa Mendikbud Ristek, bahasa Indonesia telah diajarkan di 52 negara di dunia. Hal tersebut diperkuat dengan adanya Indonesian Studies pada instansi pendidikan luar negeri.

 

Listiyono mengungkapkan, itu membuktikan bahasa Indonesia memiliki kapasitas cukup menjadi bahasa internasional. "Adanya Indonesian Studies yang dimiliki negara luar pun menunjukkan gairah mereka yang luar biasa untuk belajar bahasa Indonesia, seperti di Korea Selatan, Thailand, Australia, dan beberapa negara lainnya," ujarnya.

Menurut dia, bahasa Indonesia merupakan bahasa yang mudah untuk dipelajari. Hal tersebut karena bahasa Indonesia memiliki sistem bunyi (fonologi) yang sederhana.

Namun, menengok generasi muda yang lebih bangga ketika menggunakan bahasa asing, menurutnya layak menjadi kekhawatiran akan eksistensi bahasa Indonesia di bangsanya sendiri.

Kendati demikian, bagi Listiyono hal tersebut bukan hal yang harus ditakutkan. Karena pada akhirnya, generasi muda tetap tidak akan benar-benar meninggalkan bahasa Indonesia sebagai bahasa keseharian mereka.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement