Kamis 30 Nov 2023 01:57 WIB

Gerakan Donasi untuk Palestina di Indonesia Kumpulkan Hampir Rp 100 Miliar

Jumlah itu terkumpul sejak diluncurkan pada 17 Oktober lalu.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Yusuf Assidiq
 Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Prof Waryono A Ghafur, Ketua Umum Forum Zakat, Bambang Suherman, dan Wakil Ketua Baznas Mo Mahdum dalam acara CEO OPZ Forum.
Foto: Idealisa Masyrafina
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Prof Waryono A Ghafur, Ketua Umum Forum Zakat, Bambang Suherman, dan Wakil Ketua Baznas Mo Mahdum dalam acara CEO OPZ Forum.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Gerakan donasi untuk Palestina yang diluncurkan Baznas telah berhasil mengumpulkan dana bantuan sebanyak hampir Rp 100 miliar.

Wakil Ketua Baznas, Mokhamad Mahdum menyampaikan, jumlah itu disalurkan oleh masyarakat Indonesia melalui Baznas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) resmi sejak diluncurkan pada 17 Oktober lalu.

"Dana untuk Palestina yang lewat Baznas baik dari LAZ maupun masyarakat semua hampir Rp 100 miliar. Sejak kita luncurkan pada 17 Oktober, dedikatif untuk Palestina," ujar Mokhamad Mahdum saat ditemui dalam acara pembukaan CEO OPZ Forum di Grand Rohan Yogyakarta, Rabu (29/11/2023).

Ketua Umum Forum Zakat, Bambang Suherman menambahkan, gerakan zakat juga menjawab kebutuhan pragmatis, dengan secara tanggap melakukan respons kemanusiaan seperti salah satunya yang terjadi di Palestina.

 

"Kami mengoordinasikan penyaluran anggota Forum Zakat secara terstruktur, berkolaborasi dengan banyak stakeholder, salah satunya Kementerian Luar Negeri,” kata Bambang.

Dalam kesempatan sama, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Prof Waryono A Ghafur, mengimbau agar masyarakat melakukan donasi kepada Baznas atau LAZ resmi. Dengan demikian, peta muzakki di Indonesia dapat tercatat dengan baik, dan pengumpulan zakat bisa lebih optimal.

"Penyaluran zakat belum optimal dari pengumpulan karena peta muzakki kita belum diperoleh dengan baik. Maka kami menghimbau agar masyarakat berzakat di lembaga resmi dan kredibel namanya Baznas dan LAZ," kata dia.

Prof Waryono berharap melalui CEO OPZ Forum kali ini dapat meningkatkan kapasitas OPZ. "Secara umum Gerakan Zakat tak punya kendala yang berarti, namun kita pastikan amil memiliki kapasitas yang baik karena bekerja 25 jam, artinya tidak mengenal istirahat,” jelasnya.  

Rangkaian acara pada CEO OPZ Forum 2023 meliputi Monolog Kebangsaan: Peran Civil Society dalam Kemanusiaan Global, Bincang Program, Bincang GRC: Governance, Risk, & Compliance, Digizakat Session, Bincang Fundraising, dan doa bersama untuk Palestina.

Sebagai informasi, Forum Zakat (FOZ) merupakan asosiasi Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) dengan 194 OPZ anggota yang tersebar di seluruh Indonesia, memiliki visi menjadi asosiasi OPZ yang amanah dan profesional guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement