Senin 04 Dec 2023 11:27 WIB

Longsor Purwokerto Timbun Rel, Perjalanan Kereta ke Surabaya Dialihkan

Dua kereta api jarak jauh kedatangan Daop 8 Surabaya mengalami perubahan rute.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Fernan Rahadi
Jalur rawan longsor.   (ilustrasi)
Foto: Antara/Ampelsa
Jalur rawan longsor. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif mengungkapkan, sejumlah perjalanan kereta api menuju wilayahnya harus dialihkan sebagai imbas longsor di KM 340+100 antara Stasiun Karanggandul-Karangsari yang masuk wilayah Daop 5 Purwokerto. Longsor yang terjadi turut menimbun rel kereta api, sehingga tidak dapat dilalui.

"Imbas dari kejadian tersebut, perjalanan KA jarak jauh yang melewati jalur tersebut, untuk sementara waktu dialihkan perjalanannya lewar jalur utara Tegal-Semarang-Solo," ujarnya, Senin (4/12/2023).

Luqman menjelaskan, ada dua kereta api jarak jauh kedatangan Daop 8 Surabaya yang mengalami perubahan rute akibat longsor tersebut. Yakni, KA Argo Semeru relasi Gambir-Surabaya Gubeng dan KA Ranggajati relasi Cirebon-Surabaya Gubeng-Jember.

Dia mengatakan, berdasarkan informasi dari petugas PT KAI Daop 5 Purwokerto, mulai pukul 04.27 jalur hulu dan hilir di lokasi tidak dapat dilewati kereta karena tertimbun longsoran. Saat ini, kata dia, tim dari Daop 5 masih berusaha untuk membersihkan jalur kereta dari longsoran, agar segera bisa dilewati kembali.

 

"Untuk sementara waktu, demi keselamatan dan penanganan jalur hilir dan hulu yang terdampak maka perjalanan kereta dialihkan," ujarnya.

Luqman mengatakan, pihaknya tetap berkomitmen untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Ia mengingatkan, masyarakat yang membutuhkan informasi terkait perjalanan dan pelayanan kereta dapat menghubungi contact center KAI melalui telepon di 121, WhatsApp 08111-2111-121, email [email protected], atau media sosial @KAI121.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement