Rabu 06 Dec 2023 16:56 WIB

Longsor Terjadi di Perbukitan Wonogiri, Satu Warga Dilaporkan Hilang

Proses pencarian dimaksimalkan dengan cara manual dan penambahan personil.

Rep: Muhammad Noor Alfian/ Red: Yusuf Assidiq
Petugas Polres Wonogiri membantu pencarian korban longsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Kismantoro, Rabu (6/12/2023).
Foto: Dokumen
Petugas Polres Wonogiri membantu pencarian korban longsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Kismantoro, Rabu (6/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, WONOGIRI -- Kapolres Wonogiri AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah bersama dengan wakapolres Wonogiri dan sejumlah PJU serta Pasi Ops Kodim 0728 Wonogiri melakukan gerak cepat meninjau proses pencarian korban longsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Kismantoro, Rabu (6/12/2023).

 

Longsor yang terjadi pada Selasa (5/12/2023) pagi berada di persawahan dengan medan perbukitan di Dusun  Jaten Desa Ngroto Kecamatan Kismantoro. Akibat peristiwa longsor tersebut, satu orang warga setempat atas nama Mijem (63 tahun) dilaporkan hilang terseret material longsoran tanah.

 

 

Di lokasi longsor, Andi mengatakan hari ini adalah hari kedua pencarian, untuk personil lantas ditambah guna mempercepat proses pencarian. “Kita harapkan dengan penambahan anggota dan penggunaan anjing palacak ini mudah-mudahan korban dapat segera kita temukan” kata Andi, Rabu (6/12).

Selain petugas kepolisian, dalam pencarian korban tanah longsor tersebut juga bersinergi dengan personel dari TNI, BPBD Wonogiri, Basarnas Pos SAR Surakarta, personel relawan Kecamatan Kismantoro, dan masyarakat setempat.

    

Kepada masyarakat, kapolres mengimbau untuk tetap waspada mengingat musim penghujan potensi kejadian serupa bisa saja terjadi kembali. Pada hari kedua pencarian, proses pencarian dimaksimalkan dengan cara manual dan penambahan personil.

Hal itu mengingat untuk penggunaan alat berat tidak bisa karena medan longsor merupakan area persawahan perbukitan yang terjal. “Kita berdoa agar warga yang tertimbun bisa segera ditemukan dan kita tetap berharap ada keajaiban semoga korban dalam keadaan selamat. Dan kita bersama unsur terkait akan berupaya maksimal untuk melakukan evakuasi ini,” katanya.

 

Terkait jumlah korban, kapolres mengatakan, sesuai dengan informasi dari saksi, ada satu masyarakat yang tertimbun.

 

“Informasi ini saya terima dari saksi, karena mereka saat itu sedang memupuk padi, namun tiba-tiba terdengar suara reruntuhan dan korban yang sebelumnya berada di lokasi tersebut dicari tidak ada,” jelas dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement