Ahad 10 Dec 2023 11:14 WIB

Harga Cabai Kembali Melonjak, di Kabupaten Semarang Tembus Rp 100 Ribu

Komoditas cabai merah keriting mengalami kenaikan hingga Rp 10 ribu per kg.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq
Pedagang cabai di Pasar Babadan, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.
Foto: Republika/Bowo Pribadi
Pedagang cabai di Pasar Babadan, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Fluktuasi harga komoditas cabai berlanjut di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Setelah sempat turun, akhir pekan ini kembali mengalami kenaikan.

Hal ini terungkap saat Bupati Semarang, H Ngesti Nugraha melakukan monitoring harga berbagai kebutuhan pokok, di sela kegiatan kerja bakti bersih-bersih di Pasar Babadan.

Menurut bupati, harga cabai jenis merah keriting mengalami kenaikan harga cukup signifikan. Cabai merah keriting dijual Rp 100 ribu, setelah kemarin Rp 90 ribu per kilogram.

"Artinya untuk komoditas cabai merah keriting ini ada kenaikan lagi sebesar Rp 10 ribu per kg jika dibandingkan dengan hari sebelumnya," ungkapnya.

 

Demikian halnya, lanjut Ngesti, untuk harga cabai rawit merah yang kemarin masih dijual Rp 87 ribu sekarang kembali naik Rp 12 ribu  menjadi 100 ribu per kg.

Sedangkan cabai rawit hijau dijual dengan harga Rp 75 ribu, setelah hari kemari Rp 70 ribu per kg dan cabai merah teropong turun menjadi Rp 45 ribu.

Harga wortel juga terpantau mengalami kenaikan menjadi Rp 15 ribu setelah harga sebelumnya hanya berkisar Rp 10 ribu - Rp 11 ribu per kg.

Khususnya untuk wortel yang bagus atau wortel yang warnanya lebih merah. "Sementara untuk komoditas beras, bawang merah lokal dan juga bawang putih relatif stabil," ungkap bupati.

Menyikapi hal ini, bupati menegaskan segera menggelar rapat koordinasi bersama dengan instansi dan stakeholder terkait di Kabupaten Semarang.

Terlebih tidak lama lagi Kabupaten Semarang juga akan menghadapi masa libur Natal dan Tahun Baru agar harga-harga kebutuhan pokok di masyarakat ini tidak naik terlalu tinggi.

Dan hari ini,  kaitannya dengan upaya-upaya untuk mengendalikan inflasi, Pemkab Semarang juga memberikan bantuan kepada warga kurang mampu yang jumlahnya mencapai 11.459 orang.

Masing-masing diberikan bantuan sebesar Rp 200 ribu yang bersumber dari Dana Insentif Daerah. "Sehingga total anggarannya mencapai Rp 2,3 miliar yang hari ini mulai dibagikan," lanjut Ngesti.

Sementara itu, salah seorang pedagang di Pasar Babadan, Haryani (38) mengatakan, harga beras terpantau masih stabil. Beras kualitas medium harganya juga masih mencapai Rp 13.500 per kg.

Sedangkan untuk jenis beras premium harganya juga masih bertahan di level Rp 14.700 per kg. "Harga-harga kebutuhan pokok saat ini masih sangat fluktuarif, kurang tahu nanti menjelang Nataru seperti apa," ungkapnya

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement