Ahad 10 Dec 2023 17:22 WIB

Cegah Kecelakaan di Perlintasan KA, Dosen UB Ciptakan Aplikasi Peta Jalan

Rencananya, aplikasi ini dikerjasamakan dengan Google Maps.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Yusuf Assidiq
Sejumlah kendaraan melintasi perlintasan sebidang kereta api (ilustrasi)
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Sejumlah kendaraan melintasi perlintasan sebidang kereta api (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Setidaknya terdapat 2.259 lokasi perlintasan kereta api sebidang di Indonesia yang tidak ada petugas ataupun palang pintu. Kondisi itu tentu menjadi kekhawatiran tersendiri mengingat lokasi ini acap terjadi kecelakaan.

Profesor Bidang Ilmu Ergonomi Transportasi dari Fakultas Teknik (FT), Universitas Brawijaya (UB), Sugiono mengungkapkan, berdasarkan data kecelakaan pada 2022, jumlah kecelakaan di perlintasan kereta api sebidang sebanyak 289 kejadian.

Dengan kata lain, sebanyak 6,02 kejadian kecelakaan tiap minggunya. "Kemudian sebanyak 87 persen kecelakaan atau sekitar 251 kecelakaan terjadi pada perlintasan tanpa petugas," katanya di Gedung Rektorat UB, Kota Malang.

Ia tidak menampik telah banyak temuan yang membahas upaya pencegahan kecelakaan di perlintasan sebidang. Namun Profesor  Ilmu Ergonomi Transportasi FT UB ini menemukan pendekatan baru berbasis sistem integratif dalam peta jalan yang aman.

 

Pendekatan ini dianggap mampu menggugah kewaspadaan dan konsentrasi pengendara yang akan melintasi perlintasan KA. Merujuk kondisi tersebut, Sugiono pun menciptakan aplikasi peta jalan yang dinamakan Double Awareness Driving (DAD).

Aplikasi ini bekerja dalam bentuk peta visual dan audio. Peta DAD ini nantinya akan terintegrasi dengan sistem informasi masinis dan device pada perlintasan tanpa petugas.

Sistem alarm yang akan dibangun mengintegrasikan sociotechnical pengendara – kereta api – masinis. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi machine learning dan aplikasi berbasis web yang interaktif serta efisien.

Menurut dia, peta jalan DAD akan memberikan informasi jumlah perlintasan KA yang akan dilalui. "Dan secara real time akan menampilkan peringatan dini pengemudi yang terbagi menjadi tiga zona, yaitu hijau, kuning, dan merah,” ujarnya

Sugiono memastikan aplikasi yang dibuat ini telah diuji kemudahan penggunaannya. Langkah tersebut dilakukan melalui uji tampilan visual display berupa usability test dengan skor SUS sebesar 97,50 atau kategori A (siap pakai).

Di samping itu, dampak dari penggunaan peta DAD pada tingkat konsentrasi pengendara diuji dengan rekaman perubahan pada sinyal otak melalui alat EEG. Hasil dari rekaman EEG dapat disampaikan bahwa peta jalan DAD dapat menaikkan konsentrasi pengendara hingga 21.66 persen.

"Semakin mendekati tempat perlintasan kereta api sebidang, maka semakin tinggi pula tingkat kewaspadaan pengendara," jelasnya.

Ia tidak menampik peta DAD masih memiliki kelemahan berupa belum tersedianya database. Sebab itu, aplikasinya masih bekerja berdasarkan ketersediaan jaringan internet.

Namun dia memastikan teknologinya akan terus ditingkatkan dan disempurnakan ke depannya. Sugiono juga merencanakan, aplikasinya untuk dikerjasamakan dengan Google Maps.

Dengan demikian, seluruh komponen masyarakat dan masinis dapat memanfaatkan penelitiannya. Untuk diketahui, Sugiono akan dikukuhkan sebagai profesor aktif ke-27 di FT pada Selasa (12/12/2023). Dia akan menjadi profesor aktif ke-203 di UB.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement