Senin 11 Dec 2023 05:39 WIB

Kecelakaan Beruntun Tiga Kendaraan di Pantura Probolinggo, Satu Orang Meninggal

Jenazah pengemudi pikap sudah dibawa ke rumah duka di Jember.

Kecelakaan lalu lintas (ilustrasi)
Foto: Antara
Kecelakaan lalu lintas (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PROBOLINGGO -- Kepolisian Resor Probolinggo menyelidiki penyebab kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan hingga menyebabkan seorang korban meninggal dunia di jalur pantura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Ahad (10/12/2023).

"Berdasarkan hasil olah kejadian perkara (TKP) sementara diduga penyebabnya karena kealpaan dan kelalaian pengemudi pikap yang mengalami konsentrasi menurun dalam mengemudi," kata Kanit Laka Satlantas Polres Probolinggo Ipda Aditya Wikrama.

Menurut dia, kronologi kejadiannya berawal kendaraan pikap bernomor polisi P-9638-GE dikemudikan Pranyoga dengan membawa muatan buah manggis berjalan dari arah timur ke barat. Sesampai di TKP diduga pengemudi mengalami konsentrasi yang menurun sehingga bergerak ke arah utara.

"Kemudian menabrak sisi kanan kendaraan truk Fuso dengan nopol BM-9021-AU yang dikemudikan Angga Eka yang berjalan dari arah barat ke timur (arah berlawanan) hingga berputar berbalik arah," ujarnya.

 

Pada saat bersamaan, lanjut dia, di belakang kendaraan pikap terdapat sepeda motor bernopol L-3742-FU yang dikendarai Budiyono sehingga terkena imbas dan terjatuh.

"Akibat kecelakaan beruntun itu, sopir pikap Pranyoga, warga Kabupaten Jember, meninggal dunia di lokasi kejadian, kemudian dibawa petugas ke RSUD Waluyo Jati," katanya.

Semua kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan itu sudah dibawa ke Satlantas Polres Probolinggo dan jenazah pengemudi pikap juga sudah dibawa ke rumah duka di Kabupaten Jember.

Aditya mengimbau semua pengendara yang melintas di jalur pantura meningkatkan kewaspadaannya selama mengemudi. "Apabila mengantuk, sebaiknya berhenti dahulu dan istirahat," ujar dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement