Sabtu 16 Dec 2023 13:05 WIB

Bertemu PM Jepang, Jokowi akan Bahas IKN

Jokowi mendorong agar ada proyek yang bisa dikerjakan untuk investor Jepang.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Fernan Rahadi
Pekerja menyelesaikan pembangunan kompleks Istana Negara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (7/12/2023). Kementerian PUPR mencatat progres pembangunan infrastruktur fisik di IKN Nusantara telah mencapai 60,3 persen.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pekerja menyelesaikan pembangunan kompleks Istana Negara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (7/12/2023). Kementerian PUPR mencatat progres pembangunan infrastruktur fisik di IKN Nusantara telah mencapai 60,3 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut akan turut membahas investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida.

Jokowi mendorong agar ada proyek yang bisa dikerjakan untuk investor Jepang.

"Ya selalu kalau pertemuan bilateral dengan negara lain IKN pasti akan dibicarakan dan saya akan mendorong agar ada salah satu proyek atau salah dua proyek untuk investor Jepang maupun pemerintah Jepang bisa bekerja sama,"  kata Jokowi dalam keterangannya sebelum keberangkatan, Sabtu (16/12/2023).

Presiden melakukan kunjungan ke Jepang untuk menghadiri KTT ASEAN dan Jepang. Selain itu, dalam kunjungannya ini, Jokowi juga akan menghadiri dua agenda lainnya, yakni bertemu Perdana Menteri Kishida serta menghadiri KTT AZEC.

"Tiga acara utama di Tokyo yaitu melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Kishida, kemudian bersama dengan PM Kishida kita juga akan memimpin KTT ASEAN dan Jepang serta menghadiri KTT AZEC (Asia Zero Emission Community)," ujar Jokowi.

Jokowi menyampaikan, Jepang merupakan mitra penting dan mitra strategis bagi Indonesia dan juga ASEAN. Dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Fumio Kishida, Jokowi akan membahas kerja sama sejumlah bidang, mulai dari kerja sama di bidang ekonomi, infrastruktur, transisi energi, mineral kritis, hingga maritim.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement