Rabu 24 Jan 2024 14:41 WIB

Tiga Capres Sowan, Ini Pesan Sultan HB X untuk yang Terpilih Jadi Presiden

Sri Sultan mengaku membahas berbagai hal dengan para capres.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Irfan Fitrat
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Tiga calon presiden (capres) peserta Pemilu 2024 sudah sowan ke Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. Setelah Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto, giliran Anies Baswedan yang bertemu dengan gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu.

Anies menemui Sri Sultan di Gedhong Wilis Kantor Gubernur DIY, Kota Yogyakarta, Rabu (24/1/2024). Setelah bertemu para capres itu, Sri Sultan mengaku tidak bisa memberikan penilaian terhadap masing-masing sosok.

Baca Juga

“Saya tidak bisa menilai karena saya bukan penilai,” kata Sri Sultan, setelah melakukan pertemuan dengan Anies di Kantor Gubernur DIY.

Sri Sultan mengaku membahas berbagai hal dengan ketiga capres yang mengunjunginya. Menurut dia, tidak ada hal yang secara khusus dibahas. Namun, intinya berdialog untuk menjadikan Indonesia lebih baik.

 

“Sama saja (yang dibicarakan), namanya sama-sama berdialog, belajar untuk bisa punya kesimpulan-kesimpulan lebih mendasar dan lebih baik. Itu kan menjadi pilihan dalam kita mengabdi untuk bangsa ini. Itu saja,” kata Sri Sultan.

Namun, Sri Sultan berpesan agar kebinekaan tetap dijaga oleh para capres, termasuk bagi sosok yang terpilih dalam pemilu nanti untuk menjadi presiden Indonesia.

Meskipun didukung oleh partai maupun organisasi tertentu, Sultan mengatakan, capres yang terpiliih nantinya jangan membeda-bedakan masyarakat dan tetap mengabdi untuk seluruh rakyat Indonesia.

“Kalau bisa, pemimpin itu bisa mengibarkan semua ‘bendera’. Biarpun berasal dari satu bendera, tapi tidak merasa berkuasa, biarpun berkuasa. Karena kekuasaan diartikan untuk rakyatnya semua, tanpa membedakan. Karena sekecil apa pun bendera itu diangkat, itu juga pemilihnya bagian dari anak Republik Indonesia sendiri, jangan dipinggirkan, harus didengar juga,” kata Sri Sultan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement