Rabu 28 Feb 2024 14:59 WIB

Ribuan Rumah Terdampak Banjir di Brebes, Pemprov Jateng Salurkan Bantuan

Dapur umum juga sudah disiapkan di tiga lokasi untuk membantu korban banjir.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Banjir.
Foto: ANTARA/Oky Lukmansyah
(ILUSTRASI) Banjir.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Bencana banjir dilaporkan melanda puluhan desa di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng). Desa terdampak banjir tersebar di enam kecamatan.

Berdasarkan informasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng, hingga Selasa (27/2/2024), banjir melanda 36 desa di wilayah Kecamatan Wanasari, Bantarkawung, Larangan, Jatibarang, Songgom, dan Kecamatan Brebes. Dilaporkan ada sekitar 7.000 rumah warga yang terdampak.

Baca Juga

Penjabat (Pj) Gubernur Jateng Nana Sudjana mengatakan, banjir di wilayah Kabupaten Brebes ini diakibatkan meluapnya air Sungai Pemali seiring tingginya intensitas hujan. “Tidak ada tanggul yang jebol, tapi debit airnya besar, sampai meluap, sehingga menyebabkan permukiman dan persawahan ini terendam,” kata dia.

Pada Selasa, Nana meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Desa Kedungtukang, Kecamatan Jatibarang. Ia ingin memastikan penanganan terhadap warga terdampak banjir dilakukan dengan baik. Hingga Selasa, dilaporkan jumlah warga yang mengungsi menurun, dari awalnya sekitar 850 orang, menjadi sekitar 500 orang.

“Jumlah pengungsi sudah mulai berkurang, seiring mulai surutnya air, sehingga masyarakat sudah banyak yang kembali dan membersihkan rumah-rumahnya,” kata Nana.

Dalam kunjungan itu, perangkat daerah Pemprov Jateng menyalurkan bantuan senilai Rp 300 juta berupa bahan pokok, pakaian, dan obat-obatan untuk kebutuhan warga terdampak banjir. Selain itu, disalurkan bantuan dari Kementerian Sosial senilai Rp 118.305.000 untuk penanganan dampak banjir.

“Kami juga sudah mendirikan beberapa dapur umum untuk mendistribusikan makanan kepada masyarakat yang memang terdampak. Ada tiga titik dapur di Kecamatan Brebes,” kata Nana.

Menurut Nana, untuk mengantisipasi banjir luapan air sungai, pada 2016 Pemprov Jateng sudah membuat tanggul beton. “Cuma, kalau intensitas airnya cukup tinggi, airnya meluap. Ini akan kami evaluasi, apakah akan kami tinggikan kembali. Nanti hasil evaluasi baru kami melakukan langkah-langkah,” ujar dia.

Nana meminta masyarakat tetap waspada akan potensi bencana, serta tetap menjaga kondisi kesehatan. Ia memastikan petugas keamanan akan membantu menjaga rumah-rumah warga yang terdampak banjir.

“Tetap waspada dan kami harapkan jaga kesehatan. Kami pun bersama TNI dan Polri tetap menjaga di kampung, jangan sampai ada suatu permasalahan dengan barang-barang yang ada,” kata Nana.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement