Selasa 05 Mar 2024 15:21 WIB

Komisi V DPR RI Tinjau Pembangunan GIK UGM

GIK merupakan terobosan untuk mendukung peningkatan kualitas SDM di Tanah Air.

Anggota Komisi V DPR RI yang terdiri dari Sudewo, Hamid Noor Yasin, Mulyadi, dan Iis Rosyita Dewi melakukan kunjungan kerja ke kampus UGM untuk meninjau progres pembangunan gedung Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK), Senin (4/3/2024). Dalam kunjungan tersebut, anggota komisi V didampingi langsung oleh Rektor UGM Prof Ova Emilia dan jajaran pimpinan universitas serta pengelola GIK.
Foto: Humas UGM
Anggota Komisi V DPR RI yang terdiri dari Sudewo, Hamid Noor Yasin, Mulyadi, dan Iis Rosyita Dewi melakukan kunjungan kerja ke kampus UGM untuk meninjau progres pembangunan gedung Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK), Senin (4/3/2024). Dalam kunjungan tersebut, anggota komisi V didampingi langsung oleh Rektor UGM Prof Ova Emilia dan jajaran pimpinan universitas serta pengelola GIK.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Anggota Komisi V DPR RI yang terdiri dari Sudewo, Hamid Noor Yasin, Mulyadi, dan Iis Rosyita Dewi melakukan kunjungan kerja ke kampus UGM untuk meninjau progres pembangunan gedung Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK), Senin (4/3/2024). Dalam kunjungan tersebut, anggota komisi V didampingi langsung oleh Rektor UGM dan jajaran pimpinan universitas serta  pengelola GIK. 

Dalam pertemuan audiensi dengan Rektor, Sudewo mengatakan  kunjungan kerja Komisi V DPR RI bertujuan untuk meninjau proses pembangunan gedung GIK yang dibiayai dari alokasi anggaran Kementerian PUPR. Bagi Sudewo, GIK merupakan salah satu terobosan untuk mendukung peningkatan kualitas SDM di Tanah Air dengan bekerja sama dengan banyak industri.

"Kita mengapresiasi pada Kementerian PUPR yang telah mengusulkan  pengalokasian anggaran pembangunan GIK. Saya kira ini sebuah terobosan bagi perguruan tinggi di Indonesia untuk berkolaborasi dengan korporasi sehingga nantinya bisa sejajar dengan perguruan tinggi top di Amerika dan Eropa," katanya. 

Dalam kesempatan itu, Sudewo berharap keberadaan GIK tidak hanya digunakan bagi civitas academica UGM namun juga bisa dimanfaatkan oleh warga di luar UGM. "Kami berharap GIK bisa digarap secara optimal untuk memberikan manfaat bagi civitas academica dan untuk Indonesia," katanya.

Meski nantinya pembangunnya telah selesai namun untuk optimalisasi pemanfaatannya Sudewo meminta agar Kementerian PUPR tetap melakukan evaluasi secara rutin. Apabila memberikan manfaat yang besar bagi peningkatan kualitas SDM dan hilirisasi  secara signifikan, ia meminta pembangunan dengan konsep yang sama agar dibangun di kampus besar lainnya.  

"Saya meminta Dirjen Cipta karya mengawasi  pemanfaatannya. Jika ini bagus, maka akan dikembangkan di perguruan tinggi lain. Namun  jika belum optimal, nantinya PUPR bisa membantu agar gedung ini bisa eksis dan bisa dimanfaatkan jadi lebih baik lagi," ungkapnya.

Rektor Universitas Gadjah Mada Prof Ova Emilia menyampaikan apresiasi atas kunjungan Komisi V DPR RI yang memberikan dukungan pada pembangunan GIK UGM. Rektor menceritakan awal mula ide dan usulan pembangunan GIK dilatarbelakangi atas kegelisahan atas minimnya hasil inovasi dari kampus yang bisa di hilirisasi ke industri dan masyarakat.

"Saat GIK diusulkan, ada kegelisahan dimana universitas di indonesia itu kurang erat hubungannya dengan dunia praktisi dan industri. Memang kita punya program pengabdian kepada masyarakat lewat KKN tapi kerja sama dengan industri masih kurang sehingga hilirisasi kurang maksimal. Kita perlu mendekatkan diri dari hulu hingga hilir terkait ini," ujarnya.

Meski gedung GIK masih dalam tahap pembangunan, kata dia, pihak UGM sudah menggandeng sekitar 60 korporasi yang akan masuk dan bergabung. "Dari kolaborasi ini kita harap  hasil penelitian dan inovasi bisa di hilirisasi," paparnya.

Menurut Rektor, ia mendukung jika pihak legislasi dan kementerian untuk ikut memantau perkembangan pengelolaan GIK ke depan sebab tana dukungan pemerintah dan korporasi ini maka tidak akan bisa bekerja secara optimal. "Terima kasih atas motivasi dan perhatian dari komisi V ini akan menjadi tantangan bagi kami untuk mengembangkan GIK," katanya. 

Sedikit informasi, pembangunan Gedung GIK UGM direncanakan akan selesai pada bulan April 2024 mendatang. Namun untuk kegiatan operasional belum seluruh ruang bisa digunakan karena menunggu pengadaan dan pengerjaan interior gedung.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement