Selasa 19 Mar 2024 17:08 WIB

PBB Hadirkan Prita Kemal Gani pada Forum Perempuan Dunia

Ia mengajak peserta untuk ikut memperluas layanan pendidikan yang berkualitas.

CEO and Founder LSPR Institute of Communication and Business, Prita Kemal Gani, saat berbicara di forum perempuan sedunia, yang akan berlangsung di markas PBB New York, Senin (18/3/2024).
Foto: dokpri
CEO and Founder LSPR Institute of Communication and Business, Prita Kemal Gani, saat berbicara di forum perempuan sedunia, yang akan berlangsung di markas PBB New York, Senin (18/3/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Persatuan Bangsa bangsa (PBB) menghadirkan tokoh pendidikan dan komunikasi Indonesia, CEO and Founder LSPR Institute of Communication and Business, Prita Kemal Gani, untuk berbicara di forum perempuan sedunia, yang akan berlangsung di markas PBB New York, untuk berbicara perjuangan dan keberhasilan memperjuangkan pendidikan berkualitas bagi perempuan dan anak di Indonesia, Senin (18/3/2024).

Prita Kemal Gani hadir di forum perempuan PBB (UN Commission Status of Woman-CSW) dalam rangka kegiatan Hari Perempuan Internasional (International Woman Day) yang digagas oleh lembaga multilateral tersebut, sebagai upaya pemberdayaan peran perempuan yang belakangan semakin penting dan menjadi faktor penentu bagi pembangunan suatu bangsa.

Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan, kehadiran Indonesia dalam forum PBB merupakan hal yang istimewa, karena PBB memberikan kepercayaan untuk berbagi pengalaman kepada dunia. Indonesia sendiri dalam hal ini diwakili oleh KOWANI yang merupakan bagian dari badan dunia ECOSOC (organisasi dibawah PBB yang menangani ekonomi dan sosial).

Sementara itu, di hadapan sekitar 100 peserta dari berbagai delegasi negara-negara di dunia, Prita Kemal Gani menyuarakan pentingnya peran pendidikan dalam kewirausahaan sebagai upaya percepatan mengatasi kemiskinan. Komposisi penduduk Indonesia, kata Prita Kemal Gani memperlihatkan bahwa posisi perempuan sangatlah strategis bahkan menentukan, mengingat jumlah penduduk perempuan sebanyak 51 persen dan anak-anak 39 persen dari total populasi nasional yang mencapai 279 juta, penduduk.

"Berangkat dari fakta itu, diperlukan peran pendidikan yang tepat dan merata untuk mengatasi ketimpangan yang ada. Ketimpangan yang ada di Indonesia dalam sektor pendidikan ini tidak hanya menghambat pertumbuhan pribadi dan potensi individu, tetapi juga terus berlanjutnya kemiskinan sistemik," kata Prita yang juga dikenal sebagai President ASEAN Public Relation Network itu.

Tokoh Humas Indonesia itu kemudian mengajak para peserta forum UN-CSW yang ke-68 itu untuk ikut memperluas layanan pendidikan yang berkualitas dan mengatasi kemiskinan melalui pendekatan pendidikan yang inovatif. Prita Kemal Gani dikenal sebagai sosok yang memperjuangkan kesetaraan pendidikan untuk anak dan perempuan sejak 32 tahun lalu, dengan mendirikan LSPR.

Sebagai institusi pendidikan, LSPR berkomitmen dalam menyelenggarakan pendidikan berkualitas dan menjembatani ketimpangan pendidikan maupun kesenjangan sosial dan ekonomi Indonesia. Lebih jauh Prita menjelaskan, ada tiga aksi nyata yang telah dilakukan LSPR secara berkelanjutan dalam memberdayakan perempuan dan anak untuk melawan kemiskinan melalui pendidikan, antara lain menjalankan program beasiswa, perluasan pendidikan pelatihan keterampilan untuk usaha menengah dan kecil, serta mendirikan Kampus pendidikan yang sustainable dan Inklusif.

Mengenai inisiatif yang pertama, Prita menjelaskan bahwa program beasiswa merupakan upaya pemberian akses pendidikan kepada warga yang kurang mampu, mengingat pendidikan adalah investasi terbaik yang dapat diberikan kepada generasi muda dan kunci untuk mengatasi kemiskinan. Inisiatif Kedua, merupakan kegiatan pelatihan Keterampilan untuk UMKM yang menggandeng kemitraan dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pemerintah untuk mengadakan program pelatihan keterampilan bagi orang dewasa yang ingin meningkatkan prospek pekerjaan mereka.

LSPR memiliki Pusat Bisnis Inovasi untuk mendukung dan mendampingi lebih dari 40 UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan tersebut sekaligus melibatkan dosen dan mahasiswa secara langsung.

Lebih jauh Prita mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen menjadi Kampus Sustainable dan Inklusi. Di antaranya juga menyelenggarakan pendidikan untuk mahasiswa berkebutuhan khusus untuk mendapatkan pendidikan dan keterampilan dalam dunia wirausaha melalui London School Beyond Academy serta LSPR Centre for Autism Awareness. LSPR telah mendirikan SDG Centre untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan sekaligus mewujudkan kesetaraan gender.

"Hal lainnya adalah mendirikan Centre for Health and Gender Literacy yang telah menghasilkan beberapa penelitian dan memberikan masukan bagi kebijakan pemerintah di bidang Komunikasi Kesehatan," katanya.

Pada akhir pernyataannya, Prita mengharapkan adanya kolaborasi yang nyata dari semua pihak, termasuk negara-negara anggota lainnya di PBB untuk mencapai tujuan bersama, yakni memperjuangkan kesetaraan pendidikan untuk anak dan perempuan dalam mengentaskan kemiskinan. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement