Kamis 30 May 2024 15:36 WIB

Republika dan GSM Bahas Kasat-Kusut Pendidikan di Indonesia

Digelar mulai pukul 16.00 WIB, kegiatan ini terbuka untuk umum.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Fernan Rahadi
Founder Gerakan Sekolah Menyenangkan, Muhammad Nur Rizal, berbicara pada acara Ruang Ketiga di Pendidikan di SMKN 8 Solo, Sabtu (24/2/2024).
Foto: GSM
Founder Gerakan Sekolah Menyenangkan, Muhammad Nur Rizal, berbicara pada acara Ruang Ketiga di Pendidikan di SMKN 8 Solo, Sabtu (24/2/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Republika bekerja sama dengan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) menggelar Kasat-Kusut Pendidikan, Jumat (31/5/2024). Kegiatan ini mengusung tema 'Susahnya Jadi Pintar di Indonesia'. 

Kegiatan ini digelar melihat sistem pendidikan Indonesia yang dinilai masih karut marut. Diisi oleh pendiri GSM, Muhammad Nur Rizal, akan dibahas pendidikan Indonesia secara lebih mendalam. 

"Membicarakan yang kasat tapi juga kusut pendidikan Indonesia," kata GSM dalam akun Instagramnya resminya seperti dikutip Republika, Kamis (30/5/2024). 

Kegiatan ini digelar pada Jumat (31/5/2024) besok di Ruang Seminar Perpustakaan Pusat UGM. Digelar mulai pukul 16.00 WIB, kegiatan ini terbuka untuk umum. 

Meski begitu, bagi yang berminat untuk menyaksikan kegiatan ini dapat mendaftar terlebih dahulu melalui bit.ly/Kasat-Kusut-Pendidikan. Pada H-1 ini, pendaftaran masih dibuka. 

Kegiatan ini dinilai penting digelar karena sistem pendidikan Indonesia yang masih banyak permasalahan. Bahkan, bagu-baru ini muncul isu bahwa kuliah mahal, susahnya mencari pekerjaan bagi mereka yang baru saja lulus kuliah, hingga isu beasiswa yang salah sasaran. 

"Bahkan yang terbaru, kuliah dianggap sebagai kebutuhan tersier. Emang bener ya kalau mau jadi pintar di Indonesia itu susah," tulis GSM. 

Bagi yang tertarik untuk membahas bagaimana karut marut sistem pendidikan Indonesia, masih bisa langsung mendaftar H-1 ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement