Senin 10 Jun 2024 06:30 WIB

DIY Antisipasi Inflasi Jelang Idul Adha

Ketersediaan pasokan juga dikaji dengan penguatan data dan informasi

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Fernan Rahadi
Inflasi (ilustrasi)
Inflasi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mengantisipasi kenaikan bahan pokok yang dapat menyebabkan inflasi menjelang Idul Adha 2024 ini. Sekda DIY, Beny Suharsono mengatakan, antisipasi dilakukan dengan beberapa tahapan. 

Mulai dari memastikan keterjangkauan harga pangan dengan mengupayakan optimalisasi pasar murah. Termasuk melakukan pemantauan harga pangan, fasilitasi subsidi ongkos angkut, dan optimalisasi di Panen.id. 

"Selain itu, kelancaran distribusi juga menjadi perhatian dengan mengupayakan perluasan kerja sama antar daerah (KAD)," kata Beny belum lama ini.

Beny menyebut bahwa ketersediaan pasokan pun juga dikaji dengan penguatan data dan informasi melalui pengembangan neraca pangan, optimalisasi klaster pangan, serta membangun ketahanan pangan masyarakat melalui pemanfaatan pekarangan atau lahan tidur menggunakan command center Pertahanan dan Tata Ruang.

Komunikasi yang efektif, katanya, juga menjadi strategi pengendalian inflasi selanjutnya, yang didalamnya terdapat seruan budaya belanja bijak secara lebih masif kepada masyarakat. 

"Kami juga terus berupaya untuk stabilisasi inflasi. Dihimbau kepada masyarakat lebih bisa belanja dengan bijak dengan mengutamakan kebutuhan primer," ucap Beny. 

Terkait dengan ketersediaan pasokan hewan ternak untuk kurban, Beny memastikan tersedia dan mencukupi untuk DIY. Bahkan, pihaknya juga memastikan penanganan penyembelihan hewan kurban dengan penjaminan daging kurban Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) disiapkan dengan baik. 

"Kami juga memastikan para peternak agar disiapkan betul kebutuhannya agar ASUH. Tim kesehatan juga secara rutin memastikan dan memeriksa hewan ternak," jelasnya.

Pemantauan dan pengawasan ketersediaan hewan kurban di seluruh kabupaten/kota di DIY juga telah dilakukan sejak 27 Mei 2024 lalu, dimana diawali di Kabupaten Gunungkidul. Lokasinya yakni di Pasar Hewan Siyono dan Peternakan SR Jaya. 

Kemudian, pada 28 Mei 2024 dilakukan di Kabupaten Bantul di Peternakan Pak Widarto dan Peternakan Ngatijo. Pada 29 Mei 2024 dilanjutkan di Kabupaten Kulon Progo dengan lokasi Pasar Hewan Pengasih, Peternakan Pak Olan Suparlan, dan Pengepul Ternak Pak Paiman. 

"Untuk 4 Juni 2024 di Sleman dengan lokasi Kelompok Ternak Sido Manunggal, dan Pasar Hewan Ambarketawang, dan terakhir 4 Juni 2024 di Kota Yogyakarta dengan lokasi koordinasi di Taman Budaya Embung Giwangan," ungkap Beny.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement