Senin 16 Mar 2026 23:28 WIB

16 Ribu Pemudik Ikut Program Mudik Gratis Jawa Tengah

Sekitar 320 bus disiapkan untuk peserta.

Pelepasan program Mudik Gratis Jawa Tengah di TMII, Jakarta, Senin (16/3/2026).
Foto: Ist
Pelepasan program Mudik Gratis Jawa Tengah di TMII, Jakarta, Senin (16/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Program mudik gratis yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendapat dukungan dari sektor swasta. Kolaborasi ini menjadi salah satu strategi untuk memperluas jangkauan program sekaligus membantu masyarakat berpenghasilan rendah pulang ke kampung halaman.

Tahun ini, program mudik gratis Jawa Tengah menargetkan lebih dari 16.000 pemudik yang akan diberangkatkan menuju 35 kota dan kabupaten di provinsi tersebut. Sekitar 320 bus disiapkan untuk mengangkut peserta yang sebagian besar merupakan pekerja sektor informal di Jakarta dan sekitarnya.

Baca Juga

Program ini dikoordinasikan oleh Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah dengan melibatkan pemerintah daerah, BUMN, BUMD, serta sejumlah perusahaan swasta. Dukungan dari sektor swasta umumnya berupa penyediaan logistik perjalanan, dukungan kesehatan, hingga pembagian paket kebutuhan bagi pemudik.

Salah satu perusahaan yang terlibat adalah Bejo Jahe Merah dari PT Bintang Toedjoe yang memberikan dukungan berupa 32.000 paket produk bagi peserta mudik. Partisipasi ini merupakan bagian dari keterlibatan perusahaan dalam program mudik gratis yang telah berlangsung beberapa tahun terakhir.

Head of OTC, Women Health and Natural Wellness Category PT Bintang Toedjoe Andry Mahyudi mengatakan, dukungan tersebut berkaitan dengan kebutuhan pemudik menjaga kondisi tubuh selama perjalanan jauh.

“Lebaran selalu identik dengan kehangatan silaturahmi bersama keluarga. Jangan sampai ketika sudah tiba di kampung halaman justru tidak maksimal berkumpul bersama keluarga karena masuk angin,” kata Andry, Senin (16/3/2026).

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam penyelenggaraan program mudik gratis. Menurutnya, dukungan berbagai pihak memungkinkan lebih banyak masyarakat memperoleh fasilitas perjalanan mudik.

“Program ini tidak hanya membantu masyarakat pulang ke kampung halaman, tetapi juga memastikan perjalanan mereka tetap nyaman. Kami berharap seluruh pemudik dapat menjaga kesehatan sepanjang perjalanan. Silaturahmi dengan keluarga adalah nilai sosial yang sangat penting, karena itu menjaga stamina selama proses mudik juga tidak kalah penting,” kata Luthfi.

Selain keberangkatan mudik, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan program arus balik pada 27 dan 28 Maret 2026. Program ini dikoordinasikan bersama pemerintah kabupaten dan kota di daerah tujuan serta sejumlah asosiasi profesi.

Peserta mudik merupakan warga Jawa Tengah yang bekerja di Jakarta, terutama di sektor informal seperti pedagang dan pekerja harian. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah.

Keterlibatan sektor swasta dalam program mudik gratis mencerminkan tren kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mendukung mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement