Rabu 29 Apr 2026 08:41 WIB

KA Commuter Line Dhoho Tabrak Truk Mogok di Blitar

Truk mogok di tengah rel setelah nekat menerobos.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Karta Raharja Ucu
Truk menerobos palang kereta kemudian mogok di perlintasan sebidang antara Stasiun Blitar-Garum, Jawa Timur. Truk ini dihantam Kereta Api (KA) 408 Commuter Line Dhoho relasi Kertosono-Malang pada Selasa (28/4/2026) malam.
Foto: dok Humas KAI Daop 7 Madiun.
Truk menerobos palang kereta kemudian mogok di perlintasan sebidang antara Stasiun Blitar-Garum, Jawa Timur. Truk ini dihantam Kereta Api (KA) 408 Commuter Line Dhoho relasi Kertosono-Malang pada Selasa (28/4/2026) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, BLITAR -- Kereta Api (KA) 408 Commuter Line Dhoho relasi Kertosono-Malang menabrak sebuah truk yang mogok di perlintasan sebidang antara Stasiun Blitar-Garum, Jawa Timur, Selasa (28/4/2026) malam, sekitar pukul 21:35 WIB. Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. 

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengungkapkan, insiden tertempernya truk oleh KA Dhoho terjadi di perlintasan resmi terjaga atau berpalang. Dia mengatakan, sirene tanda kereta akan melintas sebenarnya telah berbunyi. Namun truk tetap berupaya menerobos.

Baca Juga

“Pada saat sirene peringatan sudah berbunyi dan petugas bersiap menutup palang pintu, truk tersebut tetap melintas. Saat berada di tengah perlintasan, kendaraan tiba-tiba mengalami mogok dengan posisi tidak preipal dengan jalur kereta api, sehingga menghalangi ruang bebas jalur kereta api,” kata Tohari dalam keterangannya.

Dia menambahkan, petugas penjaga perlintasan telah berupaya maksimal menghentikan laju KA Dhoho dengan membawa semboyan 3. Namun, karena jarak sudah terlalu dekat, KA Dhoho gagal berhenti total dan akhirnya menubruk truk tersebut. 

Tohari mengatakan, akibat insiden tersebut, lokomotif KA Dhoho mengalami gangguan teknis berupa patahnya plug kran, sehingga kereta sempat berhenti di lokasi kejadian. Masinis dan asisten masinis dilaporkan dalam kondisi selamat.

KAI Daop 7 segera melakukan koordinasi dengan PPKA, petugas pengamanan, serta tim sarana untuk penanganan di lokasi. Proses evakuasi truk berhasil diselesaikan pukul 22:00 WIB. Setelah itu, jalur dapat kembali dilintasi.

Tohari mengungkapkan, pada pukul 22:35 WIB, lokomotif berhasil diperbaiki. KA Dhoho kemudian diizinkan berjalan mundur ke Stasiun Blitar dengan kecepatan terbatas 5 kilometer per jam, didahului petugas yang membawa semboyan 3 sebagai bentuk pengamanan.

“Kami sangat menyayangkan tindakan pengguna jalan yang tetap melintas saat sirene sudah berbunyi. Perlintasan sebidang bukan tempat untuk mengambil risiko. Pelanggaran seperti ini sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal,” ucap Tohari.

Dia menekankan, masyarakat perlu memahami fungsi dari fasilitas keselamatan di perlintasan sebidang. “Perlu kami tegaskan bahwa palang pintu perlintasan bukan merupakan alat pengaman utama, melainkan alat bantu untuk mengamankan perjalanan kereta api. Oleh karena itu, rambu-rambu lalu lintas yang terpasang sebelum memasuki perlintasan sebidang merupakan aturan mutlak yang harus dipatuhi oleh seluruh pengguna jalan,” katanya.

Tohari mengimbau agar masyarakat tidak melintasi perlintasan sebidang ketika sirene sudah berbunyi dan palang mulai ditutup. Dia meminta warga agar selalu mendahulukan perjalanan kereta api. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement