Kamis 24 Sep 2026 11:11 WIB

Dua Penjaga di Balik Keselamatan Perjalanan Kereta Api

Gangguan muncul dari aktivitas manusia yang berada sangat dekat dengan jalur kereta.

Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) KAI Daop 6 Rahmat Haryanto saat memeriksa jalur rel di Stasiun Lempuyangan, Kota Yogyakarta.
Foto: Republika/ Wulan Intandari
Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) KAI Daop 6 Rahmat Haryanto saat memeriksa jalur rel di Stasiun Lempuyangan, Kota Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Maria Wulan Intandari, Jurnalis Republika

Penumpang mungkin hanya melihat kereta api melaju meninggalkan stasiun, melewati persawahan, permukiman, hingga akhirnya tiba di kota tujuan. Namun, jauh sebelum roda kereta tersebut berputar di atas rel, ada pekerjaan yang lebih dulu dilakukan untuk memastikan perjalanan itu aman.

Baca Juga

Langkah demi langkah dilakukan para Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) untuk memastikan jalur yang akan dilalui kereta dalam kondisi aman. Mereka memeriksa satu per satu komponen jalur, mulai dari memastikan tidak ada baut yang longgar, bantalan yang bermasalah, kerikil yang mengganggu, hingga potensi kerusakan lainnya yang dapat membahayakan perjalanan kereta.

'Tidak boleh ada bagian yang luput dari pemeriksaan ini'. Begitu kata Rahmat Haryanto (36 tahun), salah satu PPJ di wilayah Daop 6 Yogyakarta yang sudah bekerja sejak tahun 2009.

Saat diwawancara Republika, ia menceritakan tugasnya yang menyusuri petak jalur Stasiun Lempuyangan-Stasiun Maguwo sejauh 6,8 kilometer sekali jalan, kemudian kembali lagi ke Lempuyangan. Total sekitar 13,6 kilometer ditempuh dalam satu kali pemeriksaan. Jarak tersebut ditempuh dari satu titik ke titik lainnya dalam satu petak jalur yang menjadi tanggung jawabnya.

Pemeriksaan yang dilakukan Rahmat biasanya dimulai pukul 16.00 WIB hingga sekitar pukul 21.00 WIB. Sebelum memulai pekerjaannya, ia harus menjalani pemeriksaan terlebih dahulu. Kemudian menggunakan helm, sepatu keselamatan dan rompi keselamatan sesuai SOP yang berlaku. Ia juga dibekali sejumlah peralatan yang dibawa seperti kunci Inggris, bendera semboyan, HT, telepon seluler, buku catatan temuan, senter hingga lampu semboyan untuk pemeriksaan malam. 

Sepanjang perjalanan, Rahmat memeriksa dengan teliti kondisi rel. "Kita cek relnya itu ada cacat atau tidak, dalam artian ada retakan atau tidak, ada istilahnya ada defect atau tidak di area rel tersebut," kata Rahmat kepada Republika, Senin (21/9/2026).

Jika menemukan gangguan ringan, Rahmat mengatakan dapat melakukan perbaikan langsung menggunakan peralatan yang dibawanya. Ia mencontohkan baut pada plat sambung yang kendur atau putus sebagai salah satu gangguan ringan.

photo
Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) KAI Daop 6 Rahmat Haryanto saat memeriksa jalur rel di Stasiun Lempuyangan, Kota Yogyakarta. - (Republika/ Wulan Intandari)

Selama masih berada dalam batas toleransi dan jalur dinilai aman, Rahmat bisa langsung melakukan perbaikan di lokasi. Prosesnya pun tak boleh sembarangan. Setelah memperbaiki, ia kembali memastikan kondisi jalur dan mendokumentasikan kondisi sebelum serta sesudah perbaikan. Jika dinilai aman, kereta tetap dapat melintas.

"Waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki sekitar lima menit, kita perbaikan di situ," ujarnya.

Namun, jika kerusakan masuk kategori berat, prosesnya berbeda. Kondisi berat yang dimaksud seperti rel putus, rel menggumpal, longsoran atau jalur tertutup material tanah. Dalam kondisi tersebut, keselamatan menjadi pertimbangan utama. Kereta bisa diperintahkan berhenti sementara.

Rahmat kemudian melaporkan temuan kepada pengendali perjalanan kereta api di Daop 6 dan melanjutkan koordinasi dengan petugas perawatan jalur untuk penanganan lebih lanjut. "Risiko terberatnya menghentikan kereta dulu. Setelah memastikan itu jalur bisa dilewati, sudah melakukan perawatan, aman, kita koordinasi lagi ke pusat pengendali, kereta boleh dijalankan lagi," katanya.

Selama belasan tahun berdinas, banyak pengalaman dan tantangan yang Rahmat rasakan, terutama saat dia bertugas di Solo. Rahmat mengaku pernah menemukan anak-anak maupun masyarakat di sekitar jalur yang bermain atau melakukan aktivitas di dekat rel. Dalam beberapa kejadian, mereka bahkan menaruh benda seperti batu dan kayu di atas rel.

Benda-benda tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun bagi perjalanan kereta api, benda yang berada di atas rel dapat menjadi persoalan serius.

"Dulu pernah ada anak-anak atau masyarakat yang iseng menaruh batu, kayu di atas rel," kata Rahmat.

"Kebanyakan mengaku karena sengaja, Mbak. Jadi misalnya ketemu gitu nggih, istilahnya ketangkap basah lah gitu. Kita ajak ngobrol menanyakan maksud dari memasang batu, memasang potongan kayu itu buat apa. 'Saya penasaran, Mas, ingin tahu nanti keretanya itu kayak apa'. Kebanyakan alasannya seperti itu," ucapnya.

photo
Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) KAI Daop 6 Rahmat Haryanto saat memeriksa jalur rel di Stasiun Lempuyangan, Kota Yogyakarta. - (Republika/ Wulan Intandari)

Pengalaman itu menjadi salah satu bagian yang paling diingat Rahmat selama bertugas sebagai PPJ. Sebab, gangguan di jalur ternyata tidak selalu datang dari kerusakan infrastruktur atau kondisi alam. Kadang, gangguan justru muncul dari aktivitas manusia yang berada sangat dekat dengan jalur kereta.

Meski begitu, Rahmat tidak memilih hanya menyingkirkan benda-benda tersebut kemudian pergi. Pengalaman itu membuat Rahmat menyadari bahwa menjaga keselamatan perjalanan kereta tidak cukup hanya dengan memeriksa kondisi fisik jalur. Orang-orang yang tinggal di sekitar jalur juga perlu dilibatkan.

Ia kemudian mencoba membangun hubungan dengan masyarakat. Kepada anak-anak yang ditemuinya, Rahmat tidak memberikan teguran keras. Ia justru berusaha mendekati mereka dengan cara yang lebih mudah diterima. Terkadang juga membawa makanan ringan, permen hingga memberikan bingkisan saat momen tertentu kepada anak-anak di sekitar jalur, agar edukasi yang disampaikannya dapat didengarkan dan diterima dengan baik.

Rahmat menyampaikan, berada di jalur kereta api tanpa kepentingan operasional tidak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga dapat berujung pada sanksi hukum. Ketentuan tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian yang melarang masyarakat menggunakan ruang manfaat jalur kereta api untuk kepentingan di luar kegiatan perkeretaapian. Pelanggaran terhadap aturan itu dapat dikenai sanksi pidana berupa kurungan paling lama tiga bulan atau denda maksimal Rp15 juta.

"Ya kita ajak komunikasi, kita kasih pengertian termasuk mengimbau masyarakat agar jangan bermain di rel kereta api karena membahayakan," ujarnya.

Pendekatan itu dilakukan berulang. Rahmat bahkan meninggalkan nomor teleponnya kepada warga agar komunikasi tidak berhenti ketika pemeriksaan jalur selesai. Pendekatan itu akhirnya membuat kondisi di petak yang dijaganya berubah. Dari warga yang sebelumnya kerap melakukan tindakan berbahaya, mereka justru ikut membantu menjaga jalur.

"Alhamdulillah dari yang awalnya suka masang-masang barang di jalur, jadi bisa jadi teman, bisa dekat dengan warga," tuturnya.

"Mereka malah ikut mengawasi," katanya.

Tantangan yang dialaminya tak berhenti sampai di situ. Rahmat menyampaikan, tantangan lainnya terasa ketika pemeriksaan dilakukan dalam kondisi cuaca buruk. Hujan deras disertai petir menjadi salah satu situasi yang paling menguji keberanian petugas yang tetap harus menyusuri jalur.

"Ini juga tantangan. Kalau posisi hujan deras, hujan petir itu mau enggak mau kita tetap harus melakukan pemeriksaan jalan kaki," ujarnya.

Risiko cuaca menjadi tantangan tersendiri, tetapi jalur yang aktif harus dipastikan kondisinya. Di sepanjang perjalanan itulah pekerjaan Rahmat sering kali tidak terlihat oleh penumpang. Ketika kereta melaju mulus, penumpang mungkin hanya merasakan perjalanan yang tenang dari balik jendela. Mereka tidak melihat langkah petugas yang sebelumnya sudah menyusuri rel.

photo
Masinis Muda UPT KAI Daop 6 Yogyakarta, Danis Woro Nur Prasetyo saat diwawancarai di Stasiun Lempuyangan, Kota Yogyakarta. - (Republika/ Wulan Intandari)

Rel yang Ideal Untuk Perjalanan Kereta Api

Rel yang ideal bukan sekadar rel yang terlihat lurus dan kokoh ketika dipandang dari kejauhan. Tidak boleh ada bagian yang luput dari pemeriksaan. Jalur rel yang dilewati puluhan bahkan ratusan kereta setiap harinya itu, harus berada dalam keadaan yang sesuai standar dan tidak menyisakan persoalan yang dapat mengganggu perjalanan kereta. Karena itu, Rahmat menegaskan pemeriksaan dilakukan dengan teliti dan menyeluruh.

"Sangat penting ya, karena salah satu syarat perjalanan KA itu wajib dilakukan pemeriksaan jalur terlebih dahulu baru melepaskan kereta untuk dioperasikan," ucapnya.

Ditemui Republika di tempat terpisah, Masinis Muda UPT KAI Daop 6 Yogyakarta, Danis Woro Nur Prasetyo (36 tahun), mengatakan informasi dari PPJ memiliki peran penting bagi awak sarana, khususnya masinis. Baginya, hubungan antara masinis dan PPJ bukan sekadar hubungan antarsesama pekerja. Keduanya memiliki peran yang berbeda, tetapi saling melengkapi dalam satu tujuan memastikan perjalanan kereta api berlangsung aman hingga sampai ke tujuan.

"Informasi itu sebagai bahan pertimbangan kami sebagai masinis untuk menjalankan KA," kata Danis.

Danis telah menjalani pekerjaan sebagai bagian dari awak sarana perkeretaapian selama sekitar 12 tahun. Ia pertama kali bergabung dengan perusahaan perkeretaapian pada Oktober 2014, kemudian menjadi masinis pertama pada tahun 2016-2014 hingga mulai membawa kereta saat menjadi masinis muda pada tahun 2023.

Selama menjalani masa tersebut, ia telah mengumpulkan jam terbang lebih dari 4.000 jam. Dalam satu hari, seorang masinis dapat berdinas hingga maksimal delapan jam. Namun, menurut Danis, durasi dinas umumnya berada di bawah angka tersebut, rata-rata sekitar lima hingga enam jam, meskipun dalam kondisi tertentu dapat mendekati delapan jam.

Meski jalur rel berada di luar kabin, bukan berarti masinis tidak dapat mengetahui kondisi lintasan yang dilewatinya. Danis mengatakan, pengalaman selama bertahun-tahun membuat masinis mengenali karakteristik jalur yang mereka lewati. Kondisi jalur yang baik maupun yang membutuhkan perhatian dapat dirasakan dari dalam kabin.

Salah satu indikator yang paling mudah dirasakan adalah guncangan. "Sebagai masinis tentu kami bisa merasakan kondisi jalur yang bagus dan kurang bagus. Itu bisa kami rasakan, biasanya dari guncangan," kata Danis.

Menurutnya, apabila guncangan terasa sangat besar hingga masuk ke kabin lokomotif, kondisi tersebut dapat menjadi indikasi adanya bagian jalur yang membutuhkan perhatian atau perawatan. Sebaliknya, jalur yang ideal membuat perjalanan terasa lebih halus. Kondisi jalur juga berkaitan dengan kecepatan kereta. Masinis tidak hanya melihat kondisi jalur secara visual, tetapi juga mempertimbangkan karakteristik lintasan yang telah mereka kenali berdasarkan pengalaman.

"Kondisi jalur yang ideal menurut saya ketika KA itu dijalankan dengan kecepatan Vops atau mendekati Vmaks, jalannya sangat enak. Halus tapi minim guncangan," ujarnya.

Karena itu, informasi dari PPJ menjadi penting terutama ketika ditemukan gangguan pada prasarana. Informasi tersebut dapat menjadi dasar bagi masinis untuk menyesuaikan pengoperasian kereta, termasuk ketika harus menghadapi kondisi yang membutuhkan tindakan cepat.

Adapun informasi mengenai gangguan atau kondisi tertentu di lintasan tersebut diteruskan melalui PPKP (Pusat Pengatur Perjalanan Kereta Api) ke radio lokomotif yang digunakan masinis.  Artinya, apa yang ditemukan PPJ di atas jalur akan berujung pada keputusan di dalam kabin masinis.

"Biasanya kalau misalnya ada instruksi-instruksi yang sifatnya membahayakan ataupun sekadar informasi tambahan seperti misalnya ada rel spaten ataupun ada misal bencana alam seperti gempa, itu informasinya sangat cepat terhadap masinis. Biasanya itu diinfo melalui PPKP ke radio locomotive kepada masinis," tuturnya.

Menurut Danis, sejauh ini komunikasi antar satuan kerja berjalan baik. Laporan dari PPJ dapat diterima dengan cepat sehingga masinis memiliki waktu untuk mengambil tindakan sesuai kondisi yang terjadi. "Karena kerja sama antar unit di dalam kereta api itu sudah sangat baik menurut saya, sehingga laporan dari PPJ sampai ke Masinis itu juga bagus koordinasinya," ucapnya.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi