Rabu 03 Mar 2021 13:21 WIB

Kumpulkan Botol Plastik Gratis Naik Suroboyo Bus

Penggunaan reverse vending machine memudahkan penukaran botol plastik dengan tiket.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim menyemprotkan cairan disinfektan di dalam Bus Suroboyo di Surabaya, Jawa Timur, Ahad (22/3/2020).
Foto: ANTARA/zabur karuru
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim menyemprotkan cairan disinfektan di dalam Bus Suroboyo di Surabaya, Jawa Timur, Ahad (22/3/2020).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Legislator Surabaya mengusulkan penggunaan reverse vending machine atau mesin penukaran limbah botol kemasan plastik dengan tiket sebagai alat tukar mata uang untuk bisa naik Suroboyo Bus secara gratis.

Anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Surabaya William Wirakusuma mengapresiasi konsep Suroboyo Bus, dimana warga yang mengumpulkan botol plastik mendapatkan penghargaan naik Suroboyo Bus gratis.

"Namun, untuk mengoptimalkan hal ini maka titik pengumpulan botol atau bank sampah harus diperbanyak," katanya.

Untuk itu, Dinas Perhubungan dan Dinas Kebersihan Kota Surabaya harus mempergunakan teknologi, Sehingga penukaran botol menjadi lebih mudah, salah satunya adalah penggunaan reverse vending machine.

 

William menjelaskan bahwa dengan mesin tersebut maka botol akan dipindai dan setelah itu dipipihkan atau dicacah, mesin kemudian akan memberikan nota yang bisa dipakai untuk naik Suroboyo Bus atau bisa ditukarkan dalam bentuk uang.

"Dengan kemajuan teknologi juga bisa hasil penukaran botol tersebut langsung dimasukkan ke e-money, mesin ini bisa ditempatkan di kelurahan atau bekerja sama dengan minimarket seperti yang ada di Jerman," kata Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Surabaya ini.

William kemudian melanjutkan adanya mesin tersebut di setiap kelurahan atau berbagai toko swalayan akan mendorong warga untuk memilah dan menukarkan botolnya dari pada dibuang atau masuk ke dalam saluran air.

"Selain itu juga bisa mendorong warga untuk menggunakan transportasi umum ke depannya, karena pembayaran dilakukan bisa dilakukan dengan menggunakan e-money dari hasil penukaran botol tersebut," kata alumnus salah satu perguruan tinggi di Jerman ini.

Menurutnya, mesin reverse vending machine ini sudah digunakan di Jerman sejak tahun 2000. Bahkan di Jerman, tiap jenis botol memiliki harga yang berbeda-beda sesuai dengan bentuk dan ukurannya.

Botol pun secara otomatis akan dipisahkan dan dipres atau dicacah sehingga akan memudahkan proses daur ulang. "Penggunaan mesin ini dapat berdampak langsung pada dua hal sekaligus, pengolahan sampah dan mendorong warga untuk menggunakan transportasi umum," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement