Jumat 05 Mar 2021 08:12 WIB

Masjid Agung Sleman Luncurkan Infak Lewat QRIS

Penerapan itu merupakan bentuk fasilitasi kepada masyarakat yang ingin beramal

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Fernan Rahadi
berinfak melalui kotak amal di masjid. ilustrasi
Foto: Republika
berinfak melalui kotak amal di masjid. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Pemkab Sleman meluncurkan sistem baru infak masjid lewat QRIS Bank BPD DIY. Peluncuran secara simbolis dilakukan Bupati Sleman, Kustini Purnomo, dengan melakukan infak ke Masjid Agung Sleman melalui aplikasi yang dimiliki.

Dalam sambutannya, Kustini menyambut baik penerapan QRIS yang dilakukan Masjid Agung Sleman. Ia menilai, penerapan itu merupakan bentuk fasilitasi kepada masyarakat yang ingin beramal, memanfaatkan teknologi membuatnya jadi lebih efektif, praktis dan mudah.

Ia menyebut, pemanfaatan sistem ini hendaknya terus disempurnakan dan disosialisasikan. Kustini mengingatkan, langkah- langkah itu penting dilakukan agar masyarakat memahami penggunaannya, membantu kepentingan umat melalui teknologi yang berkembang saat ini.

Kustini berharap, takmir-takmir masjid yang ada di Kabupaten Sleman dan masih tertutup untuk umum dapat membuat diri. Baik untuk kepentingan ibadah warga sekitar maupun masyarakat umum dengan menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan pada masa pandemi.

"Saya berharap inovasi ini dapat diterapkan di masjid-masjid lain di wilayah Sleman dan Masjid Agung Sleman ini bisa jadi pelopor dalam penerapan," kata Kustini, Jumat (5/3).

Pimpinan Bank BPD DIY Cabang Sleman, Efendi Sutopo Yuwono menuturkan, transaksi nontunai yang diluncurkan menggunakan QRIS sebagai standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code Bank Indonesia. Tujuannya, agar transaksi lebih mudah, cepat dan aman.

"Dana infak akan langsung masuk ke rekening tabungan masjid yang bersangkutan secara real time, tanpa jeda, dan rekapitulasi saat itu juga. Hal ini pasti akan memudahkan takmir masjid saat menghitung uang infak," ujar Efendi.

Selain itu, Efendi menambahkan, adanya sistem QRIS ini memudahkan masyarakat berinfak dari manapun, meski tidak sedang berada di masjid. Sehingga, akan membantu masyarakat mengurangi kontak dengan orang lain selama masa pandemi seperti yang terjadi saat ini.

"Dengan penerapan infak daring ini juga bisa mencegah resiko pencurian kotak amal, juga memudahkan penggalangan dana untuk pembangunan maupun renovasi masjid," kata Efendi.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement