Jumat 12 Mar 2021 17:40 WIB

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran Pasar Banjarnegara

Kebakaran diduga berasal dari kios jajanan anak di Pasar Banjarnegara.

ilustrasi Kebakaran
Foto: Republika/ Yasin Habibi
ilustrasi Kebakaran

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARNEGARA -- Kepolisian Resor Banjarnegara, Jawa Tengah, masih menyelidiki penyebab kebakaran yang terjadi di Pasar di Banjarnegara, Kamis (11/3). Kebakaran disebut berawal dari lantai II.

Kepala Bagian Operasi Polres Banjarnegara, Komisaris Polisi Sardoyo di Banjarnegara, Jumat (12/3), menyatakan, Polres Banjarnegara sebelumnya telah menerjunkan dua kompi personel untuk mengamanakan lokasi dan membantu evakuasi kebakaran yang terjadi di pasar itu.

Ia menjelaskan peristiwa itu pertama kali diketahui pukul 18.15 WIB pada saat dua petugas dari PTT Disperkindakop UMKM Banjarnegara yakni Harsono (48) dan Sujito (59) mendapatkan kabar dari warga mengenai kebakaran. "Pada saat petugas jaga yang berada tidak jauh dari TKP diberitahu warga bahwa lantai dua pasar terbakar dan diduga berasal dari kios jajanan anak," katanya.

Mengetahui hal itu, kata dia, para saksi kemudian berusaha memadamkan api yang sudah mulai membesar dengan alat seadanya. Sekitar pukul 18.45 WIB mobil pemadam kebakaran sampai di lokasi kebakaran dan berusaha memadamkan dengan dibantu 16 unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Purbalingga,dan Kabupaten Banyumas.

 

"Petugas memasang garis polisi, mengatur lalu lintas dan membantu pemadaman menggunakan mobil meriam air, menjaga bank-bank, toko emas dan elektronik guna mengantisipasi disalahgunakan oknum yang tidak bertanggung jawab dalam situasi kebakaran," katanya.

"Kami juga mengimbau warga untuk tidak mendatangi lokasi dan tidak berkerumun mengingat pada saat ini masih masa pandemi Covid-19," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement