Senin 15 Mar 2021 17:08 WIB

Gibran Ajukan Penambahan Vaksin

Gibran mengajukan penambahan alokasi vaksin Covid-19 ke pemerintah pusat.

Rep: Binti Sholikah/ Red: Esthi Maharani
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka saat menghadiri upacara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo di kantor DPRD Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (26/2/2021). Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo secara virtual oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama 16 kepala daerah lainnya di Jawa Tengah.
Foto: MOHAMMAD AYUDHA/ANTARA
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka saat menghadiri upacara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo di kantor DPRD Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (26/2/2021). Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo secara virtual oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama 16 kepala daerah lainnya di Jawa Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengajukan penambahan alokasi vaksin Covid-19 ke pemerintah pusat. Hal itu untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kota Bengawan.

Progres vaksinasi Covid-19 di Solo masih dalam tahap dua yang menyasar warga lanjut usia (lansia), pedagang pasar tradisional, guru, pelayan publik, serta TNI/Polri.

"Vaksinasi untuk pedagang pasar jalan terus, untuk lansia juga jalan terus. Kemarin kami sudah mengirim surat agar mendapatkan penambahan dosis vaksin soalnya kami ingin percepat vaksinasi di Kota Solo," kata Gibran kepada wartawan, Ahad (14/3).

Percepatan vaksinasi dilakukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19, serta agar pembelajaran tatap muka (PTM) segera dilaksanakan. Gibran mengaku telah meninjau persiapan simulasi PTM di sejumlah sekolah tingkat SD dan SMP. Dia ingin memastikan pada Juli 2021 nanti para siswa sudah bisa masuk sekolah.

 

"Dan kami pastikan guru dan staf sudah disuntik semua. Dan ini kan harus ada persetujuan orang tua, kami ingin semua orang tua juga mendukung. Kami ingin kegiatan belajar mengajar bisa mulai lagi secara offline di bulan Juli," terang putra sulung Presiden Joko Widodo tersebut.

Ke depan, Gibran menyebut, vaksinasi Covid-19 juga akan menyasar para seniman. Menurutnya, sebagian kecil seniman wayang orang dan ketoprak sudah divaksin. Pemkot bakal menunggu kedatangan vaksin yang sudah dialokasikan dari pemerintah pusat melalui Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. "Kami nunggu kiriman, karena di Solo vaksin cepat habis. Kami lagi nunggu vaksin datang lagi," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, menyatakan telah mengajukan permohonan tambahan vaksin pada Jumat (12/3). Dengan adanya perubahan kebijakan sasaran vaksinasi tahap kedua dari pemerintah pusat, maka DKK Solo memprioritaskan lansia dan pedagang pasar tradisional.

"Jadi lansia ini jadi priorotas utama setelah tenaga kesehatan (nakes). Jadi dibagi tiga grade sekarang, nakes, lansia, pelayanan publik. Nakes kan selesai, lansia jalan, pelayanan publik akan dipilih di atas 50 tahun," jelas Siti.

Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, jumlah lansia mencapai 74 ribu orang. Dalam pelaksanaan vaksinasi untuk lansia, DKK akan melibatkan kader lansia yang menjadi pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), RT dan RW untuk mendata jumlah lansia di wilayah masing-masing.

"Itu saya beri kuota berdasarkan proporsi populasi lansia masing-masing kelurahan. Kalau penduduk banyak otomatis kuota banyak," imbuhnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement