Ahad 11 Apr 2021 07:27 WIB

Pagi Ini, Malang Gempa Kembali

Gempa terjadi sekitar pukul 06.54 WIB dengan magnitudo 5,5 SR

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Esthi Maharani
Warga menyaksikan rumah yang rusak akibat gempa di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (10/4/2021). Gempa berkekuatan kurang lebih magnitudo (m) 6,7 yang terjadi di wilayah Kabupaten Malang tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga rusak dan goncangan di sejumlah wilayah di Jawa Timur.
Foto: ANTARA/STR
Warga menyaksikan rumah yang rusak akibat gempa di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (10/4/2021). Gempa berkekuatan kurang lebih magnitudo (m) 6,7 yang terjadi di wilayah Kabupaten Malang tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga rusak dan goncangan di sejumlah wilayah di Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Wilayah Malang Raya kembali diterpa guncangan gempa bumi, Ahad (11/4) pagi. Kejadian ini menyebabkan warga panik lalu berusaha menyelamatkan diri.

Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi sekitar pukul 06.54 WIB. Gempa tercatat memiliki kekuatan magnitudo 5,5 dengan pusat gempa di 80 kilometer (km) barat daya Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim). Pusat gempa yang berada di kedalaman 98 km ini tidak berpotensi tsunami.

Warga Kedungkandang, Avirista Midada merasakan gempa saat masih terlelap di rumahnya. Dia kaget lalu membangunkan istrinya untuk lari ke luar rumah. "Wong kenceng banget di rumahku. (Aku) kira tadi itu aku yang pusing atau mimpi, ternyata gempa," kata pria disapa Aris kepada Republika, Ahad (11/4).

Tidak hanya Aris, beberapa warga di sekitar rumahnya juga nampak berhamburan ke luar rumah. Meski demikian, Aris memastikan, intensitas getaran tidak sekencang, Sabtu (10/4) lalu. Gempa setidaknya berlangsung selama 20 detik.

Hal serupa juga diungkapkan warga Wagir, Daviq Umar. Dia merasakan getar gempa ketika tengah sibuk tidur di dalam rumahnya. Berbeda dengan warga pada umumnya, Daviq mencoba tidak panik dan tetap berada di rumah. "Saya langsung duduk saja saat merasakan gempa," ucapnya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement