Selasa 13 Apr 2021 17:06 WIB

BPBD Malang Akui Distribusi Bantuan Bukan Hal Mudah

Hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Malang terdampak bencana gempa.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Andri Saubani
Warga memasak di dapur umum yang didirikan secara swadaya di kawasan terdampak Gempa Malang di Majangtengah, Malang, Jawa Timur, Senin (12/4/2021).  Warga yang tidak terdampak gempa bumi berinisiatif mendirikan dapur umum secara swadaya untuk membantu memenuhi kebutuhan para pengungsi dan relawan Gempa Malang karena belum optimalnya posko logistik.
Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto
Warga memasak di dapur umum yang didirikan secara swadaya di kawasan terdampak Gempa Malang di Majangtengah, Malang, Jawa Timur, Senin (12/4/2021). Warga yang tidak terdampak gempa bumi berinisiatif mendirikan dapur umum secara swadaya untuk membantu memenuhi kebutuhan para pengungsi dan relawan Gempa Malang karena belum optimalnya posko logistik.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang memastikan bantuan akan disebarluaskan secara bertahap. Hal ini dipertegas setelah ada laporan bantuan yang kurang merata dan maksimal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono mengatakan, luas daerah Kabupaten Malang cukup luas. Wilayah terdampak gempa sendiri tidak hanya di Majang Tengah, Dampit. Hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Malang merasakan dampak dari gempa berkekuatan magnitudo 6,1 pada Sabtu (10/4) pukul 14.0

Baca Juga

Kabupaten Malang terdiri atas 33 kecamatan dengan rincian 12 kelurahan dan 378 desa. Dari total tersebut, 25 kecamatan masuk sebagai wilayah terdampak gempa.

"Ini harus kita jamah semuanya dan ini tentunya bukannya hal yang mudah," kata Sadono kepada wartawan di Malang, Selasa (13/4).

Terpisah, Bupati Malang M Sanusi memastikan, bantuan untuk warga terdampak akan menjangkau semua wilayah. Meski demikian, dia tetap meminta laporan jika terdapat daerah yang belum menerima bantuan. Warga bisa langsung menghubungi BPBD Kabupaten Malang dan pimpinan di kecamatan masing-masing.

Sebelumnya, Kepala Cabang ACT Malang, Iqrok Wahyu Perdana menyatakan, masih banyak wilayah lainnya yang belum terjangkau oleh bantuan dan perhatian. Masyarakat harus mengungsi ke rumah tetangga dan terpaksa harus tidur di luar rumah.

"Ini agar bisa menghindari apabila terjadi gempa susulan," kata Iqrok di Malang, Senin (12/4).

Melihat kondisi demikian, tim ACT Malang merespons kebutuhan warga di lapangan dengan membuka posko kemanusiaan. Posko induk berada di Kantor ACT Malang, yakni Jalan Ciliwung Nomor 10 Kav.05, Blimbing, Kota Malang. Kemudian posko unit 2 berada di SDN 1 Pamotan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Posko unit 3 berada di Kantor Kelurahan Ringinsari, Sumbermanjing Wetan. Sementara untuk posko unit 4 berada di Masjid Jami’ Raya, Gondanglegi, Kabupaten Malang.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement