Ahad 06 Jun 2021 18:25 WIB

DPD Puji Cara Masjid Jogokariyan Sejahterakan Masyarakat

Pemberdayaan masyarakat oleh Masjid Jogokariyan harus bisa dilakukan masjid lain.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Fernan Rahadi
Umat Muslim mengikuti buka bersama di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Umat Muslim mengikuti buka bersama di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI melakukan kunjungan ke Masjid Jogokariyan, Ahad (6/6). Rombongan dalam kesempatan tersebut berkesempatan mengenal lebih dalam program-program yang dimiliki Masjid Jogokariyan, salah satunya pemberdayaan masyarakat.

Kedatangan mereka dimpimpin langsung Ketua DPD RI, La Nyalla Mahmud Mattalitti. Mereka diterima Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan, Ustaz Muhammad Jazir, dan Ketua Pelaksana Harian Takmir Masjid Jogokariyan, drh Dwi Agus Abadianto.

Dalam sambutannya, Jazir mengatakan, ada beberapa program pemberdayaan yang mereka laksanakan. Mulai dari program bantuan perbaikan rumah, program dana talangan pembelian rumah sampai program pembuatan lantai dua untuk usaha.

Sampai saat ini, sudah puluhan warga sekitar yang mendapatkan program-program tersebut. Beriringan program ATM beras yang membantu masyarakat sekitar dapat mengambil beras melalui mesin ATM beras yang ada di Masjid Jogokariyan.

"Supaya tidak ada masyarakat yang kelaparan, maka itu, saya harapkan program ini dapat terus didorong DPD RI untuk dapat dibawa dan diterapkan oleh masjid-masjid yang ada di seluruh Indonesia," kata Jazir, Ahad (6/6).

Selama acara, rombongan pimpinan DPD juga berkesempatan bertemu dan berbincang langsung dengan masyarakat yang sudah menerima program-program pemberdayaan. Serta, mengunjungi rumah warga sekitar yang sudah mendapatkan berbagai bantuan.

Menanggapi itu, La Nyalla mengungkapkan, ada tiga hal yang terpikirkan ketika mendengar Masjid Jogokariyan. Masjid yang kasnya selalu nol, lalu masjid yang memiliki ATM beras untuk warga, dan masjid yang pagarnya tidak pernah dikunci.

Ia berpendapat, begitu banyak amal-amal yang sudah dilakukan Masjid Jogokariyan bermanfaat bagi orang banyak, pasti Allah SWT tidak akan tinggal diam. Artinya, bantuan-bantuan juga akan terus datang agar Masjid Jogokariyan terus membantu.

La Nyalla sepakat, program-program pemberdayaan masyarakat yang sudah dilakukan Masjid Jogokariyan harus bisa dilakukan masjid-masjid lain di seluruh Indonesia. Jadi, kita semua memiliki bertanggung jawab kepada lingkungan masing-masing.

"Saya mengapresiasi semangat Takmir Masjid Jogokariyan yang memposisikan dirinya sebagai civil society, menjawab permasalahan warga sekitar, dan masjid memang jadi rujukan umat, pemecah permasalahan masyarakat," ujar La Nyalla.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement