Selasa 08 Jun 2021 06:31 WIB

Pemkab Madiun Data Aktivitas Warga agar Mudah Tangani Covid

Madiun masih menduduki posisi teratas jumlah kasus aktif Covid-19 di Jatim.

(Ilustrasi Covid-19) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur, melakukan pendataan terhadap aktivitas pekerjaan warganya sehari-hari sebagai upaya untuk mempermudah penanganan kasus aktif Covid-19 yang masih tinggi di wilayah setempat.
Foto: Pixabay
(Ilustrasi Covid-19) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur, melakukan pendataan terhadap aktivitas pekerjaan warganya sehari-hari sebagai upaya untuk mempermudah penanganan kasus aktif Covid-19 yang masih tinggi di wilayah setempat.

REPUBLIKA.CO.ID, MADIUN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur, melakukan pendataan terhadap aktivitas pekerjaan warganya sehari-hari. Langkah ini sebagai upaya untuk mempermudah penanganan kasus aktif Covid-19 yang masih tinggi di wilayah setempat.

"Kita lakukan pendataan dan segmentasi. Warga Kabupaten Madiun yang bekerja di luar daerah ada berapa orang, yang bekerja di tempat-tempat keramaian dan fasum ada berapa, yang kerja keliling berapa. Dengan segmentasi tersebut akan diketahui, mana yang memiliki risiko tinggi terpapar Covid-19 dan mana yang rendah," ujar Bupati Madiun Ahmad Dawami di Madiun, Senin (7/6).

Baca Juga

Sesuai data yang dikeluarkan oleh laman resmi http://infocovid19.jatimprov.go.id, jumlah kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Madiun hingga 7 Juni 2021 masih menduduki posisi teratas di Jatim, dengan jumlah 167 pasien. Lalu, Kota Surabaya dengan 146 pasien, Kabupaten Blitar dengan 129 pasien, Bangkalan dengan 115 pasien, dan Banyuwangi 101 pasien.

Menurut dia, pendataan dan segmentasi warga tersebut merupakan bagian dari kegiatan "testing" dan "tracing" yang masif dilakukan oleh jajarannya dalam upaya melacak kasus Covid-19 di wilayahnya. Bupati mengklaim tingginya aktivitas warga berbanding lurus dengan besar atau kecilnya risiko seseorang kemungkinan tertular virus corona jenis baru itu.

 

"Saat ini keran kegiatan ekonomi mulai dibuka lagi. Aktivitas warga secara otomatis akan meningkat dan hal itu juga menambah risiko warga terpapar Covid-19," katanya.

Karena itu, penanganan yang diberikan kepada warga berisiko tinggi dengan warga berisiko rendah terkena Covid-19 akan berbeda. Ia mengatakan pelacakan kasus positif Covid-19 terus dilakukan.Ia menyebut ada 26 puskesmas di Kabupaten Madiun yang ditingkatkan operasional tes cepat antigen dan PCR.

Ia menilai lebih baik kasus Covid-19 segera diketahui agar sesegera mungkin dicegah penularan virus itu ke warga lainnya. Ia juga meminta warga Kabupaten Madiun lebih meningkatkan disiplin protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

Sesuai data, di Kabupaten Madiun kasus Covid-19 hingga Senin mencapai 3.829 orang. Dari jumlah itu, 3.428 orang di antaranya telah sembuh, 167 orang dalam pemantauan, dan 234 orang meninggal dunia. Tambahan kasus per Senin ini, konfirmasi baru 24 orang, sembuh 13 orang, dan meninggal dunia dua orang.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement