Selasa 08 Jun 2021 16:46 WIB

Mahasiswa Buat Kendaraan Anti-Maling Berstater Sidik Jari

Sistem pengaman sidik jari yang dikembangkan bisa digunakan untuk lima orang berbeda.

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Yusuf Assidiq
Pencurian dalam mobil - ilustrasi
Pencurian dalam mobil - ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Di tengah maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor,  mahasiswa dan dosen Sekolah Tinggi Manajemen Ilmu Komputer (STMIK) Komputama, Cilacap, Jawa Tengah, mengembangkan sistem pengaman kendaraan yang dijamin anti maling. Sistem pengaman yang dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi pemindai sidik jari.

''Dengan alat pindai ini, kendaraan bermotor hanya bisa dihidupkan bila alat pindai sidik jari membaca sidik jari pemiliknya. Kalau bukan pemiliknya, kendaraan tidak akan bisa dihidupkan,'' jelas dosen  pengampu praktik STMIK Komputama, Ghufron, Selasa (8/6).

Ia menyebutkan, pengembangan alat pengaman kendaraan ini berawal dari kegelisahan masyarakat terhadap maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Masyarakat menilai, sistem pengaman hanya dengan menggunakan kunci setang pada kendaraan roda dua atau kunci starter pada kendaraan roda empat dinilai sudah tidak memadai karena mudah dibobol.

Atas dasar keluhan itu,  para mahasiswa berinisiatif mengembangkan sistem pengaman kendaraan yang lebih mumpuni. ''Setelah dilakukan, akhirnya diputuskan membuat sistem pengaman dengan menggunai sidik jari. Idenya diambil dari sistem pengaman smartphone yang hanya bisa diakses bila dipindai dengan sidik jari pemiliknya,'' ujarnya.

 

Sistem pindai sidik jari yang dikembangkan tim STIMIK Komputama ini memiliki banyak kelebihan dibanding sistem pindai sidik jari pada smartphone. Untuk kendaraan roda empat, sistem pindai sidik jari yang digunakan bisa menggunakan tiga jari. ''Seperti  sidik jari jempol untuk membuka bagasi, jari telunjuk untuk menghidupkan kontak, dan jari tengah untuk menstater kendaraan,'' katanya.

Bahkan disebutkan, sistem pengaman sidik jari yang dikembangkan bisa digunakan untuk lima orang berbeda. Hal ini mengingat pengguna kendaraan, mungkin saja berasal seluruh atau beberapa  anggota keluarga.  ''Yang penting, pengguna kendaraan memindai dulu sidik jari. Setelah terekam dalam data, maka kelima anggota keluarga bisa menggunakan kendaraan itu,'' jelas dia.

Ghufron mengemukakan, prototip kendaraan dengan  sistem pengaman sidik jari ini sudah selesai dikerjakan dan bisa dioperasikan seperti rencana. Dalam waktu dekat, inovasi itu akan dikenalkan kepada pabrikan dan bengkel-bengkel kendaraan agar bermanfaat untuk masyarakat. ''Kami juga akan menggandeng kepolisian untuk mengembangkan teknologi antimaling ini,' katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement