Kamis 15 Jul 2021 12:22 WIB

Gibran & Sejumlah Kepala OPD Positif, Layanan tak Terganggu

Sementara ini bisa dilakukan meski mereka work from home.

Rep: Binti Sholikah/ Red: Muhammad Fakhruddin
Gibran & Sejumlah Kepala OPD Positif, Layanan tak Terganggu (ilustrasi).
Foto: MOHAMMAD AYUDHA/ANTARA FOTO
Gibran & Sejumlah Kepala OPD Positif, Layanan tak Terganggu (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,SOLO -- Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Ahyani, memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu meski Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Solo terpapar Covid-19. Kegiatan rapat dan koordinasi dilaksanakan secara virtual.

Ahyani menyatakan tidak mengetahui sumber penularan Covid-19 pada Gibran. Sebab, setiap hari Wali Kota memiliki aktivitas padat.

"Awalnya ya tidak tahu tertular dari mana. Aktivitas beliau banyak, namanya Covid-19 kan sekarang tidak tahu dapat dari mana. Beliau sendiri juga rutin swab antigen, ya itu memang bagus," kata Ahyani saat konferensi secara virtual, Rabu (14/7) sore.

Ahyani menambahkan, saat ini ada beberapa kepala OPD yang juga terpapar Covid-19. Dia memastikan pekerjaan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

"Sementara ini bisa dilakukan meski mereka work from home (WFH) di tempat isolaso. Rapat-rapat kan juga dengan Zoom. Kalau nanti butuh tanda tangan basah baru dikirimkan ke tempat isolasi. Ya enggak apa-apa, toh pekerjaan di masa-masa pandemi Covid-19 ini juga tidak begitu banyak volumenya," papar Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo tersebut.

Saat ini, semua pekerjaan difokuskan pada penanganan Covid-19, mulai dari pekerjaan di hulu sampai hilir, termasuk penelusuran kontak erat (tracing), pengujian (testing) sampai penanganan (treatmen).

Ahyani menyebut, pegawai Pemkot yang bekerja dari rumah rata-rata 25-50 persen. Tidak ada OPD yang 100 persen pegawainya WFH. Terutama, OPD di sektor esensial dan kritikal hampir 100 persen bekerja di kantor.

"Teman-teman di sektor esensial dan kritikal kan yang paling risiko terpapar karena di garda terdepan. Mereka dituntut tidak WFH karena dituntut untuk pelayanan sepenuhnya. Seperti dinas-dinas yang langsung berkaitan dengan penanganan Covid-19 malah tidak ada WFH," terangnya.

Dia menambahkan, sektor pelayanan publik kepada masyarakat masih sama. Apalagi, kebutuhan masyarakat terkait pelayanan publik tidak sepenuhnya seperti sebelum pandemi. Menurutnya, yang terpenting pelayanan di kantor tetap sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

"Pelayanan diselesaikan berapa hari sesuai jadwal dan permintaan juga tidak begitu banyak akhir-akhir ini," ucapnya.

Di sisi lain, Ahyani mengimbau kepada masyarakat agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Apalagi, varian delta diketahui sudah masuk ke Solo.

"Ya memang varian ini sudah enggak bisa dikendalikan lagi. Penularannya bisa kapan saja di mana saja. Tetapi selama kita disiplin prokes sedikit bisa mengurangi," pungkasnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement