Jumat 16 Jul 2021 21:11 WIB

Bupati Lumajang Dukung Pariwisata Hijau untuk Kelestarian

Kabupaten Lumajang memiliki banyak potensi pariwisata di antaranya pegunungan.

Foto udara panorama air terjun Tumpak Sewu di Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (27/6/2021). Air terjun berbentuk setengah lingkaran di kaki Gunung Semeru itu menjadi salah satu wisata alam unggulan di Lumajang.
Foto: ANTARA/Budi Candra Setya
Foto udara panorama air terjun Tumpak Sewu di Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (27/6/2021). Air terjun berbentuk setengah lingkaran di kaki Gunung Semeru itu menjadi salah satu wisata alam unggulan di Lumajang.

REPUBLIKA.CO.ID,LUMAJANG -- Bupati Lumajang, Jawa Timur,Thoriqul Haq mendukung konsep pariwisata hijau untuk kelestarian alam, sehingga mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Tanah Air.

Perlu adanya pembenahan maupun langkah yang progresif agar konteks kepariwisataan pendakian memiliki mekanisme sistem wisata yang bagus. "Sehingga ke depan tidak ada lagi kecelakaan ketika berwisata untuk pendakian di Gunung Semeru," katanya dalam webinar pelepasan Ekspedisi Pariwisata Hijau Marathon 35 Gunung bertema "Pariwisata Hijau: Pelestarian Alam untuk Pembangunan Berkelanjutan" secara virtual di Lumajang, Jawa Timur, Jumat (16/7).

Menurut Bupati yang biasa dipanggil Cak Thoriq, Lumajang diberi anugerah memiliki Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). "Saya harap ada intervensi yang lebih praktis berkenaan dengan mekanisme sistem wisata pendakian di Gunung Semeru seperti di Gunung Kinabalu Malaysia, " tuturnya.

Ia mengatakan Kabupaten Lumajang memiliki banyak potensi pariwisata di antaranya pegunungan, danau atau ranu, air terjun, kebun teh, puncak B29 maupun Puncak Mahameru bisa menjadi alternatif dari sekian banyak pariwisata di Indonesia. Ada banyak tempat atau momen yang bisa diabadikan saat melakukan pendakian ke puncak Gunung Semeru (Mahameru), mulai dari Landengan Dowo, Watu Rejeng, Ranu Kumbolo, Cemoro Kandang, Jambangan, Kali Mati, Arcopodo, Cemoro Tunggal hingga Mahameru.

Keinginan Bupati Lumajang agar pendakian Gunung Semeru memiliki sistem yang baik seperti di Gunung Kinabalu Malaysia disambut baik oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dengan merencanakan studi kelayakan dan akan diaplikasikan ke sistem pendakian Gunung Semeru. "Kami mengajak seluruh stakeholder untuk berkolaborasi dan mengembangkan konsep pariwisata hijau sampai ke tataran kebijakan dan teknis pengelolaan," kata Sandiaga Uno.

Ia juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pariwisata hijau dengan membuang sampah pada tempatnya, menjaga lingkungan dan destinasi wisata pada khususnya, mengurangi pemakaian kemasan sekali pakai. 

Ia menjelaskan pariwisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan akan didorong sebagai tren era pariwisata baru, sehingga pemerintah berharap semua pihak mendukung pariwisata hijau untuk alam Indonesia.

sumber : ANTARA

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement